Dari sekian banyak kejadian menarik yang tercipta dalam derbi Manchester, Minggu (11/11), proses gol ketiga Manchester City yang dicetak Ilkay Gundogan layak disebut sebagai momen paling menonjol.
Dalam laga berkesudahan 3-1 untuk City itu, Gundogan yang baru berada di lapangan sekitar sepuluh menit mampu mencetak gol pamungkas di menit ke-86 lewat cara spesial.
Golnya memang tergolong biasa di mana Gundogan menerima umpan silang dari Bernardo Silva sebelum menaklukkan David De Gea dari jarak dekat. Namun proses gol tersebut terbilang luar biasa.
Opta mencatat, City melepas 44 operan sebelum gol tersebut tercipta. Ini merupakan proses gol dengan jumlah operan terbanyak sejak gol Juan Mata (45 umpan) di laga Manchester United versus QPR pada September 2015 silam.
Gol Gundogan menjadi bukti kesekian bahwa skema ball possession Pep Guardiola hampir tidak pernah membohongi hasil. Gundogan pun mengekspresikan rasa puasnya sesuai laga sekaligus menjelaskan rahasia di balik gol magisnya tersebut.
"Ketika masuk di babak kedua, ia [Guardiola] menjelaskan kepada saya untuk menjaga ritme permainan dan mengeksploitasi ruang," kata Gundogan seperti dikutip dari laman resmi City.

"Saya bermain di tengah bersama David Silva dan Fernandinho, terus berusaha memaksimalkan peran Bernardo dan Raheem Sterling saat menyerang. Kami ingin terus menguasai bola dan saya pikir kami melakukannya dengan baik,"
"Sangat penting mencetak gol ketiga karena saat situasi 2-1 masih berbahaya. Gol ini membunuh pertandingan karena sudah terlambat bagi United untuk bangkit. Sayangnya kami tidak bisa mencetak lebih banyak gol. Namun, hari ini kami bisa mencetak tiga gol dan memenangkan pertandingan. Jadi, kami bahagia," imbuhnya.
Untuk menikmati berbagai berita terkini, wawancara, video, dan foto Manchester City, kunjungi id.mancity.com






