Kompetisi Amatir Di Malang Gunakan VAR

Komentar()
Abi Yazid / Goal
Malang Football League 2019 bakal diikuti 24 tim yang akan dimulai pada 14 Juli nanti.

LIPUTAN   ABI YAZID     DARI   MALANG   

Malang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pemain di jagat sepakbola Indonesia. Tidak heran jika kemudian antusiasme peserta begitu tinggi menyambut digelarnya Malang Football League (MFL) 2019, yang merupakan kompetisi amatir antarkomunitas.

CEO MFL, Sefdella Afrianto, menjelaskan konsep MFL ini berasal dari Bandung Premier League yang sudah lebih dahulu hadir. Malang menjadi kota pertama di Jawa Timur yang dipastikan menggelar kegiatan tersebut.

Della menjelaskan meskipun pesertanya adalah amatir, pertandingan akan diselenggarakan dengan cara profesional. Salah satunya adalah penggunaan VAR (Video Assistant Referee) dan alat komunikasi antar wasit.

"Ini adalah musim pertama MFL di Malang, kami mendapatkan ide dari Bandung karena dari sana kami berafiliasi dengan mereka. Termasuk penggunaan VAR semuanya berasal dari mereka. Kami hadir di Malang bukan pesaing (kompetisi internal), namun kami adalah salah satu upaya untuk mewadahi tim komunitas di Malang Raya," tegas Della.

Minggu (28/4), Goal Indonesia berkesempatan melihat pertandingan uji coba segitiga untuk menguji VAR dan alat komunikasi wasit di Stadion Universitas Muhammadiyah Malang. Pada penampilan perdana tersebut, Goal Indonesia memahami jika VAR memang sudah menjadi alat bantu yang maksimal untuk wasit.

Sekilas apa yang ditampilkan MFL masih berupa VAR yang sangat sederhana. Hanya ada empat kamera yang terhubung menjadi satu server, mirip dengan operator CCTV. Dari sana kemudian operator melihat bersama wasit keempat. Apabila diperlukan, wasit keempat dan wasit utama melakukan koordinasi untuk keputusan yang dirasa masih meragukan.

"VAR yang kami gunakan memang murah, yang penting adalah manfaat penggunaannya. Memang kami akui masih sangat sederhana, jika di sepakbola dunia adalah Iphone maka VAR kami bisa dinyatakan Nokia 3300 lah. Hanya saja esensinya untuk membantu wasit tidak hilang. Dan terbukti hari ini (kemarin) ada sekitar enam keputusan wasit dari tiga pertandingan trofeo terbantu dengan adanya VAR," jelas Della.

Tidak hanya VAR, kompetisi MFL juga menggunakan pendukung dari Malang. Mulai dari bola hingga apparel yang digunakan. Semuanya untuk mengakomodir kepentingan dari usaha yang ada di Malang.

"Sebisa mungkin kami menggunakan produk yang berasal dari Malang. Sementara untuk pendanaan kami masih berusaha mencari sponsor. Saat ini memang sudah ada sponsor tapi sejauh ini kami masih terus berusaha mencari dan semoga kompetisi perdana ini sukses," harap Della.

"Nanti kompetisi akan digelar pada 14 Juli 2019, serentak dengan kota lain yang melakukan afiliasi dengan Bandung. Awalnya sih ada 19 kota kemarin yang berniat menyelenggarakan, tapi kan masih belum tahu berapa jumlah pastinya yang resmi," bebernya.

Rencananya, ada 24 tim bakal berpartisipasi yang dibagi menjadi dua grup. Kompetisi sendiri akan berlangsung selama 11 pekan. Nantinya, juara masing-masing bertanding di babak final. Juaranya akan mewakili Malang mengikuti Indonesia Community League 2020 melawan juara dari kota lain.

Untuk peringkat pertama hingga kesembilan dari masing-masing grup akan menghuni kasta tertinggi kompetisi tahun depan. Sedangkan peringkat ke-10 sampai ke-12 menempati kasta kedua musim depan. 

Sementara itu, Heru Santoso, wasit yang berlisensi FIFA dari Malang mengakui jika ide kompetisi MFL yang digelar di Malang ini membuat pengetahuan dan kebiasan baru bagi para wasit. Utamanya adalah untuk membaca VAR. Karena masih menjadi barang baru dia berusaha melihat bagaimana penggunaan VAR itu di aturan FIFA.

"Saya mendukung sekali adanya MFL ini, hari ini (kemarin) saat saya memimpin pertandingan uji coba VAR, memang diakui sangat membantu wasit untuk membuat keputusan. Beberapa keputusan krusial seperti penalti semakin mantab jika didukung oleh adanya VAR," tegas Heru. (gk-48)

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Cetak 600 Gol, Cristiano Ronaldo Kalahkan Lionel Messi
2. Spanduk Ultras Inter Ejek Kegagalan Juventus Di Liga Champions
3. Real Madrid Mati Kutu, Zidane Ingin Buru-Buru Sudahi Musim Ini
4. PSG Kalah Di Final Coupe De France, Neymar Pukul Suporter
5. Van Dijk & Deretan Pemain Liverpool Pemenang Pemain Terbaik PFA
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

 

Footer - Liga 1


  

 

 

 

Tutup