Kekalahan Terparah Manchester United Di Babak Gugur Liga Champions

Terakhir diperbarui
Getty

Manchester United mencatat sejarah yang tak diinginkan setelah takluk 4-0 secara agregat dari Barcelona di babak perempat-final Liga Champions.

Los Blaugrana menyambut pertandingan ini dengan keunggulan 1-0 setelah berhasil mengalahkan United di Old Trafford pekan lalu.

Di perjumpaan kedua, Barca pun menuntaskan misi mereka dengan sempurna di Camp Nou, menumbangkan The Red Devils secara meyakinkan, 3-0. Kemenangan ini tak lepas dari peran krusial Lionel Messi yang sanggup mengemas brace.

Selain itu, Barca juga patut 'berterima kasih' kepada David de Gea atas penampilan melempemnya di Spanyol, di mana dia bertanggung jawab atas terciptanya gol kedua Messi.

Celakanya, kekalahan ini tak sekadar sebagai hasil negatif bag United, tetapi akan menjadi sebuah histori kelam. Dalam sejarah United, mereka tak pernah mengalami kekalahan mencapai agregat empat gol atau lebih. Ini merupakan pertama kalinya mereka bisa kalah secara agregat sedemikian besar dalam dua leg.

Setan Merah pernah mengalami kekalahan besar dengan agregat 5-2 kala bentrok dengan AC Milan di semi-final European Cup [format lama UCL] di musim 1957/58.

Juga mereka pernah takluk dengan skor keseluruhan 4-1 melawan Atletico Madrid di fase 16 besar Piala Winners musim 1991/92.

Musim ini, kekalahan besar dalam dua leg kembali terjadi bagi United. Namun kali ini, terbesar dalam sejarah! Kekalahan dari Barca ini sekaligus membaut United kini membukukan lima kekalahan dalam tujuh pertandingan di seluruh kompetisi sejak meraih kemenangan dramatis di babak 16 besar kontra Paris Saint-Germain.

Kekalahan itu termasuk di empat laga tandang -- melawan Arsenal Liga Primer Inggris, dua hasil negatif di laga kontra Wolves di Piala FA dan Liga Primer dan tumbang dari Barca Selasa ini.

Lionel Messi Gerard Pique Clement Lenglet Barcelona Manchester United UCL 16042019

Alexis Sanchez Manchester United 2018-19

Paul Pogba Ivan Rakitic Barcelona Manchester United UCL 16042019

Rekor buruk lain yang mencuat bagi United adalah mereka menelan empat kekalahan beruntun di laga tandang mereka di berbagai ajang untuk pertama kalinya sejak Oktober 1999. Dalam periode kala itu, Ole Solskjaer terlibat sebagai pemain hampir 20 tahun silam.

Dengan kandasnya mimpi meraih sesuatu di kancah Eropa, United akan kembali fokus untuk mengejar posisi empat besar di klasemen akhir Liga Primer.

Pasukan Solskjaer akan menghadapi Everton Minggu akhir pekan ini. Saat ini, The Red Devils duduk di peringkat keenam tabel, dua poin di belakang Arsenal dan Chelsea yang masing-masing menduduki urutan keempat dan kelima.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Solskjaer Bakal Buat Keputusan Kejam Di Bursa Transfer
2. Gattuso Sebut Juventus Jadi Faktor Kemenangan Milan Atas Lazio
3. lkay Gundogan: Ngebet Juara, Liverpool Cuma Beruntung
4. Paul Scholes Imbau Man United Relakan Ander Herrera
5. Moise Kean, Jadon Sancho & Deretan Talenta U-19 Haus Gol
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

GFXID Banner Liga Champions 2018/19