Belakangan ini, Indonesia dihebohkan oleh maraknya figur publik yang mempromosikan rumah judi online. Mulai dari aktor, penyanyi, hingga influencer kondang terseret ke dalam kasus ini. Judi memang menjadi sesuatu yang tabu dan ilegal di Indonesia.
Hal sebaliknya terjadi di Inggris di mana judi menjadi sesuatu yang umum dan legal. Bahkan, judi justru dirayakan di bidang olahraga, termasuk menjadi sponsor di kasta tertinggi sepakbola Inggris.
Ya, Liga Primer Inggris didominasi oleh sponsor-sponsor yang bergerak di bidang taruhan atau judi. Terhitung sembilan dari 20 klub EPL musim 2023/24 memiliki sponsor utama perusahaan judi online di depan jersey mereka, termasuk Burnley yang disponsori oleh W88.
Mengapa Rumah Judi Online Mulai Diatur?
Pelarangan -- atau setidaknya pengetatan aturan -- rumah judi online untuk menjadi sponsor klub-klub EPL sebetulnya sudah diwacanakan oleh pemerintah di Inggris sejak 2020.
Pada akhirnya, telah terjadi kesepakatan antara pemerintah, Premier League, dan klub-klub EPL pada pertengahan tahun 2023 terkait visibilitas rumah judi online.
Alasan pelarangannya cukup simpel, yakni pemerintah ingin melindungi para penjudi yang rentan, seperti anak-anak. Mereka tidak ingin para generasi muda terpapar oleh judi online melalui sepakbola.
"Sebagian besar orang dewasa berjudi dengan aman, tetapi kita harus menyadari bahwa pesepakbola adalah panutan yang memiliki pengaruh besar terhadap generasi muda. Kami ingin bekerja sama dengan institusi seperti EPL untuk melakukan hal yang benar untuk penggemar muda," kata Lucy Frazer selaku Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga Britania Raya.
Kapan Rumah Judi Online Dilarang di EPL?
Setelah musim 2025/26 berakhir, perusahaan judi online dilarang menjadi sponsor utama klub-klub EPL. Itu artinya, kita tidak akan lihat lagi melihat logo rumah judi online terpampang di depan jersey klub EPL mulai musim 2026/27.
BBC dan ESPN melaporkan, rumah judi online mampu memasok sekitar £60 juta per tahun kepada delapan klub EPL di musim lalu. Itu artinya, tiap klub bisa mengantongi £5-10 juta dari rumah judi online. Angka tersebut relatif besar bagi klub-klub papan tengah ke bawah, sehingga pemerintah ingin melakukan pelarangan ini secara bertahap.
Apakah Sepenuhnya Dilarang?
Jawaban singkatnya, tidak. Rumah judi online hanya dilarang mejeng sebagai sponsor utama di bagian depan jersey. Klub-klub EPL masih boleh menampilkan logo rumah judi online di bagian lengan kaos maupun di iklan LED di sekitar stadion.
Meski demikian, revisi aturan terkait rumah judi online ini masih mungkin terjadi di masa mendatang. Pengetatan atau bahkan pelonggaran sangat mungkin terjadi sembari pemerintah di Inggris akan terus meninjau undang-undang perjudian.

