Pelatih Perseru Serui I Putu Gede Dwi Santoso mengakui kekalahan dari PSMS Medan di Stadion Teladan, Jumat (20/4) malam WIB, disebabkan kelelahan para pemain, sehingga tidak berada dalam performa puncak.
Putu mengatakan, pertandingan awalnya berjalan cukup ketat. Namun performa tim, terutama di babak pertama membuat taktik tidak berjalan dengan baik. Kondisi lapangan juga dianggap turut memberikan pengaruh.
“Pertandingan ketat. Terutama di babak pertama kami tertekan. Tapi di babak kedua keluar ciri khas kami. Kondisi lapangan juga. Intinya para pemain tidak bermain seperti biasa, terutama di babak pertama,” kata Putu Gede.
“[Perjalanan jauh] Ada pengaruh, sudah saya saya prediksi sebelumnya. Kami baru datang jam 12 pada hari Kamis. Saya pikir ini jadi pengalaman buat kami. Harus kami antisipasi ke depannya. Belum lagi nanti perjalanan ke Kalimantan.”
Selain itu Perseru juga kehilangan bek tengahnya, Boman Bi Irie Aime. Boman ditarik keluar di babak pertama, dan harus dibawa ke rumah sakit. “Dia cedera Ligamen,” ungkap Putu Gede.
Senada, penyerang Jaelani Arey mengakui ia dan rekan-rekan kelelahan, karena mengalami tur terjauhnya di Liga 1. Ini merupakan lali pertama Perseru bermain di Medan.
“Babak pertama sedikit kelelahan. Pengaruh perjalanan dari Papua cukup melelahkan. Tapi saya ucapkan selamat untuk PSMS. Saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Dari babak pertama ada beberapa yang tidak sesuai,” pungkasnya. (gk-71)

