Balada Sepekan Manchester United: Dari Heroik Jadi Memalukan

Komentar
Setelah mewujudkan comeback fantastis di derbi pekan sebelumnya, United justru kendur dan kalah dari tim juru kunci West Brom di Old Trafford.


OPINI   KRIS VOAKES     PENYUSUN   ADHE MAKAYASA    

Untuk kali kedua dalam sepekan, Manchester United membuat suporternya sulit berkata-kata. Jika pekan sebelumnya mereka menampilkan comeback luar biasa untuk menjegal perayaan juara Manchester City , justru melawan West Bromwich Albion pada Minggu (15/4) malam WIB tadi mereka pula yang mengantarkan gelar tersebut kepada sang tetangga.

Kekalahan 1-0 dari West Brom, yang difavoritkan turun kasta ke Liga Championship, bertolak belakang dari penampilan mereka di pekan sebelumnya dan itu menjadi penegas betapa sulitnya buat United untuk mengejar City.

Ini mungkin menjadi kali pertama bagi United menelan kekalahan di Old Trafford selain dari City selama periode dua tahun kepemimpinan Jose Mourinho, namun performa mereka yang buruk bukan barang baru. Terhitung sudah ada banyak laga dalam beberapa musim terakhir ini, entah itu bersama Mourinho atay Louis van Gaal selaku pendahulunya, yang isi kisahnya sama.

Di pertandingan melawan West Brom semalam, United terlalu lama bermain steril. Mereka menyentuh bola di area West Brom hanya enam kali di babak pertama, dan di babak kedua mereka kurang berbahaya. Permainan mereka terlalu sering buntu. Sedangkan pekan sebelumnya mereka menghabiskan 45 menit kedua untuk mengobrak-abrik Manchester City dengan cara ini dan itu, namun tujuh hari berselang mereka terlihat tidak tahu bagaimana caranya untuk menembus pertahanan tim lawan yang jauh lebih lemah.

United bisa saja tertinggal di babak pertama, itu setelah gelandang jangkar West Brom Jake Livermore dibiarkan menguji David de Gea lewat sepakan mendatarnya. Hal ini menggambarkan banyak hal, mengingat Livermore hanya memiliki dua tendangan ke gawang di sepanjang musim, dan dua-duanya itu melawan United.

Tim tuan rumah juga harusnya dapat penalti menyusul pelanggaran Craig Dawson kepada Ander Herrera, namun wasit Paul Tierney tidak mengindahkannya. Lebih dari itu, mereka tidak bisa berbuat banyak.

Paul Pogba, yang menjadi pahlawan pekan lalu lewat dua golnya, kembali ke tipe permainannya pada 2018 ini. Gelandang asal Prancis itu tidak mampu menginspirasi timnya di babak pertama dan hal yang sama juga berlaku untuk gelandang lainnya. Permainan United pun menjadi lebih sempit dan bisa ditebak.

Alexis Sanchez

Sekalipun Herrera sudah digantikan oleh Jesse Lingard di babak pertama, kiper West Brom Ben Foster tetap tidak sibuk. Anthony Martial yang dimasukkan menggantikan Pogba juga tidak mampu mendongkrak permainan timnya, sebagaimana malam tadi merupakan penampilan pertamanya sejak kemenangan di Piala FA melawan Brighton empat pekan lalu.

Di pertandingan semalam Romelu Lukaku sempat memiliki satu peluang bagus di babak kedua namun upayanya bisa dimentahkan oleh Foster, tapi selebihnya mereka tidak melakukan tekanan signifikan hingga akhirnya West Brom menghukum tuan rumah.

Berawal dari sepak pojok Chris Brunt dari sisi kiri, dan ketika Nemanja Matic gagal menghalaunya, Jay Rodriguez langsung mengonversinya menjadi gol. Ketika itu terjadi, seperti tidak ada hal yang mengejutkan.

Selang seminggu setelah menjegal upaya juara dari rivalnya, United kalah di kandang sendiri dari klub terbawah. Ini benar-benar inkonsistensi yang telah merusak kemajuan mereka musim ini.

Dan ketika pertandingan memasuki periode akhir, Old Trafford lantas kosong dengan cepat. Setelah terhindar dari rasa malu melihat City merayakan gelar juara di depan mereka pada pekan lalu, tidak banyak yang tahan melihat pemain idolanya menyerahkan trofi tersebut dengan cara yang begitu lembut.

“Manchester City, kami telah memenangkan liga untuk Anda,” teriak suporter West Brom di akhir laga namun, faktanya, United melakukan kesalahan sendiri dan mereka pantas disalahkan.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Gennaro Gattuso: Saya Bisa Lebih Murka Dari Gianluigi Buffon!
2. Diego Maradona: Jelas, Bukan Penalti!
3. Zinedine Zidane: Orang-Orang Iri Pada Real Madrid
4. 39 Laga Tanpa Kalah, Barcelona Pecahkan Rekor La Liga
5. (Sepakbola) Jerman Yang Tidak Henti Bikin Kagum

Artikel Selanjutnya:
Obafemi Martins Tolak Tawaran Bermain Di Australia
Artikel Selanjutnya:
Roberto Firmino Naik Peringkat Di Daftar Pencetak Gol Liga Champions Liverpool
Artikel Selanjutnya:
Samir Handanovic: Digempur Tottenham Hotspur, Inter Milan Tetap Solid
Artikel Selanjutnya:
Radja Nainggolan: Sekarang Waktunya Konsisten
Artikel Selanjutnya:
Massimiliano Allegri Enggan Juventus Buat Kesalahan Di Liga Champions
Tutup