Juventus, Obsesi Juara Eropa & Perjudian Gagal Cristiano Ronaldo

Terakhir diperbarui
Getty Images

Pelajaran klasik yang selalu bisa diambil dari sebuah turnamen besar: tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola. Apa pun bisa terjadi.

Keajaiban Ajax kembali berulang. Masih segar di ingatan bagaimama mereka membuat mata insan sepakbola terbelalak ketika menendang sang juara bertahan Real Madrid dari Liga Champions di babak 16 besar lalu.

Bak sebuah mukjizat, Ajax mengulangi skenario serupa dengan mendepak tim favorit juara Eropa musim ini, Juventus. Hebatnya, dua tim raksasa Eropa tersebut dieliminasi anak-anak dari Amsterdam di masing-masing kandang mereka.

Sudah bisa ditebak arah pembicaran publik selepas pertandingan. Selain membahas kecemerlangan Ajax, para pecandu sepakobola, baik yang doyan nyinyir atau kalem, akan terfokus pada satu nama: Cristiano Ronaldo.

Pemain yang digadang-gadang sebagai Mr. Liga Champions, nyatanya malam ini tak mampu mengeluarkan magisnya seperti biasa. Tak ada lagi pemandangan memesona seperti ketika sang megabintang membuat hat-trick untuk menyingkirkan Atletico Madrid secara spartan.

Ronaldo Juventus 16042019

Gol pembuka yang dicetaknya melalui sundulan ke gawang Ajax di Turin sempat membuat loyalis Bianconeri melayang-layang bak dimabuk 'juara Liga Champions... oh juara Liga Champions'. Tapi pasukan Massimiliano Allegri seolah lupa daratan siapa yang mereka hadapi.

Entah terlena atau salah rencana ketika dalam keadaan unggul, jawara Italia ini harus mendapati dua gol balasan dari pasukan Erik ten Hag. Suara-suara bising pendukung Juventus pun perlahan-lahan senyap ketika Donny van de Beek menerima bola di area krusial dan sang gelandang menuntaskannya untuk membuat agregat jadi sama kuat, 2-2.

Kedua tim meninggalkan lapangan di babak pertama dengan mental yang berbeda. Juventus terbilang dilema, Ajax justru dalam konfidensi tinggi. 

Si Nyonya Tua sadar betul, bermain terlalu menyerang bisa berisiko, bermain terlalu terbuka bisa membuat sang lawan mendapatkan momentum. Juve mungkin saja mencetak gol berikutnya, namun bila de Godenzonen sekali lagi membalasnya, maka habislah Juve, sebab klub elite Belanda ini bakal posisi unggul secara gol tandang.

Juventus 16042019

Maka tuan rumah menghadapi babak kedua dengan penampilan membingungkan. Opsi memasukkan Moise Kean pun tak banyak membantu. Sementara, Ajax dengan optimisme tingginya mengetahui betul bagaimana keluar dari lubang jarum sebagaimana saat mereka menyingkirkan Madrid.

Setelah dua kali disentak dengan dua peluang bagus Ajax, kali ini Wojciech Szczesny tak bisa berbuat banyak saat menghadapi aksi Matthijs de Ligt. Sang bek berhasil menjumpai umpan Lasse Schone dari situasi corner untuk kemudian menumbangkan eks penjaga gawang Arsenal tersebut.

Seketika Allianz Stadium hening. Hanya suara-suara kecil suporter Ajax yang bersorak atas gol menentukan yang dikreasi pemain berbakat yang diincar banyak klub elite Eropa tersebut.

Pedih memang menanti 23 tahun lamanya untuk merasakan kembali mahkota Eropa. Apalagi sampai rela menguras finansial klub demi mendatangkan seorang Ronaldo, yang punya reputasi sebagai penakluk Liga Champions. 

Juve paham betul getirnya dibobol oleh seorang Ronaldo ketika tendangan saltonya kala itu menjadi momen yang mewarnai kampanye juaranya bersama Real Madrid. 

Total investasi senilai €341 juta dikeluarkan Juve -- gaji dan ongkos transfer -- untuk mendaratkan CR7 di Turin pada bursa transfer musim panas lalu. Muara ambisi sang petinggi klub Andrea Agnelli merekrut megabintang Portugal ini hanya satu: juara Liga Champions.

Akan tetapi, investasi tinggallah investasi. Mimpi tinggallah mimpi. Ronaldo juga manusia, yang suatu saat akan mengalami fluktuasi hidup dan musim ini Dewi Fortuna tak lagi berada di sisinya.

Massimiliano Allegri juventus ajax 2019

Juventus Ajax 16042019

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Ronaldo boleh selalu melewati babak perempat-final dengan mudah sejak musim 2009/10, tetapi ketersingkiran yang dialami Juve di tahapan ini bakal menjadi pukulan telak tersendiri bagi pemain berstatus Mr. Liga Champoins.

Meski begitu, patut pula diapresiasi musim debut Ronaldo bersama Juventus. Siapa yang mau menafikan atraksi malam magis Ronaldo di laga kontra Atletico? Lalu, dua golnya masing-masing di Belanda dan sekarang di hadapan publik sendiri meski akhirnya harus tereliminasi.

Sepakbola tidak melulu berbicara prestasi individu. Masih ada "hiburan" yang bisa dinikmati Ronaldo dan Juve musim ini: Scudetto kedelapan secara berturut-turut.

Bila meminjam gaya adu bacot antarfans dua tim teratas di Liga Primer Inggris saat ini: kan masih ada 'next year', Mr. Liga Champions?

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Solskjaer Bakal Buat Keputusan Kejam Di Bursa Transfer
2. Gattuso Sebut Juventus Jadi Faktor Kemenangan Milan Atas Lazio
3. lkay Gundogan: Ngebet Juara, Liverpool Cuma Beruntung
4. Paul Scholes Imbau Man United Relakan Ander Herrera
5. Moise Kean, Jadon Sancho & Deretan Talenta U-19 Haus Gol
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

GFXID Banner Liga Champions 2018/19