Gareth Southgate, England interviewGetty

Gareth Southgate Minta Liga Primer Inggris Terapkan Lima Pergantian Pemain

Manajer Inggris Gareth Southgate mendesak Liga Primer untuk mempertimbangkan agar kembali memakai lima pergantian per pertandingan setelah sejumlah pemain mengalami cedera selama jeda internasional bulan ini.

Raheem Sterling dan Jordan Henderson telah meninggalkan skuad The Three Lions pada Senin (16/11) kemarin karena masalah kebugaran meskipun Ben Chilwell, yang mengalami cedera punggung, tetap dipertahankan di skuad.

Jurgen Klopp dan Pep Guardiola telah memimpin pembicaraan untuk kembali memakai lima pergantian pemain, dengan manajer Liverpool dan Manchester City tersebut sama-sama satu suara.

Sebelumnya banyak klub Liga Primer yang menolak opsi untuk melanjutkan kompetisi 2020/21 dengan lima pergantian pemain, yang sejatinya dimulai setelah lockdown akibat pandemi virus corona di gelaran kemarin.

Beberapa kritikus mengklaim bahwa mengizinkan lebih banyak pergantian di sebuah pertandingan akan memberi keuntungan bagi klub yang lebih besar, dengan mereka disebut punya pemain yang tak kalah berualitas di bangku cadangan.

Meski begitu, Southgate menilai masalah kebugaran pemain ini harus ditangani sebelum situasinya memburuk.

“Kami bisa membuat lima pergantian melawan Belgia - kami pada akhirnya hanya membuat empat - tapi klub tidak memiliki opsi itu,” kata Southgate.

“Apa yang diperlukan agar itu diubah? Ada beberapa kasus cedera yang tidak terlalu serius saat melawan Belgia, tetapi apa yang harus kita lakukan? Tunggu sampai kita mendapatkan yang sangat buruk?”

"Saya harus bersikap adil kepada manajer klub," lanjutnya. “Mereka ini adalah pemain utama mereka, dan mereka memiliki hak untuk memainkan mereka sesuai keinginannya. Apa yang harus kami lakukan sebagai kolektif adalah mencoba membantu [meringankan] beban."

Southgate menambahkan bahwa tindakan telah diambil untuk mencoba dan membantu pemain agar pulih secara fisik, tetapi dia khawatir jika tidak ada perubahan, segalanya hanya akan menjadi lebih buruk.

Masalah kelelahan pemain diperburuk oleh keputusan untuk menambah satu pertandingan ekstra di jeda internasional, dengan sebagian besar tim memainkan tiga pertandingan padahal biasanya hanya ada dua selama jeda.

“Kami tidak bisa mempersiapkan fisik lebih baik dari yang kami lakukan minggu lalu. Kami telah memberi pemain waktu ekstra untuk pemulihan. Kami telah mengurangi latihan dengan tepat dan kami masih berakhir dengan beberapa cedera. Jadi itu adalah kekhawatiran dalam jangka panjang mengingat nanti juga tidak ada libur musim dingin… sesuatu harus dikorbankan.”

Pertandingan ketiga dan terakhir Inggris pada jeda internasional November adalah menjamu Islandia di ajang UEFA Nations League, Kamis (19/11) dini hari WIB lusa. Pertandingan itu takkan memberi pengaruh lantaran Inggris dijamin finis ketiga dan Islandia keempat apa pun hasilnya.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google