Rencana Liga Primer Inggris untuk memiliki jeda musim dingin seperti liga-liga top Eropa lain mulai mendekati kenyataan.
Ketua eksekutif Federasi Sepakbola Inggris (FA) Martin Glenn mengonfirmasi, winter break itu akan segera diimplementasikan. Meski demikian, Glenn belum memberikan waktu detailnya.
Selama ini, jeda tengah musim terus menjadi perdebatan panjang di Inggris. Periode tanpa istirahat saat Natal dan Tahun Baru memang sudah menjadi tradisi bertahun-tahun sepakbola Inggris. Namun banyak pihak menilai, minimnya waktu istirahat itu mengakibatkan kemunduran prestasi timnas Inggris di level internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan untuk menghadirkan rehat tengah musim terus menguat seiring dengan kian banyaknya pemain dan manajer asing yang berkarier di Inggris. Gayung pun bersambut karena FA sudah memberi lampu hijau melalui pernyataan Glenn.
“Kami semakin dekat menuju ke sana, lebih dekat dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Glenn dalam pertemuan di hadapan anggota dewan FA, Rabu (30/5).
“Akan segera terwujud jeda tengah musim, yang mana sangat dibutuhkan untuk peningkatan [kualitas] klub dan tim Inggris,” imbuhnya.
Meski FA belum mengonfirmasi jadwal pasti, sejumlah media Inggris melaporkan, penerapan winter break ini baru akan terjadi di musim 2019/20 berupa libur 13 hari pada awal Februari, namun hanya untuk klub-klub Liga Primer.
