Leeds United mendapatkan denda dari operator Liga Championship Inggris (EFL) sebesar £200 ribu (sekitar Rp3,6 miliar) menyusul skandal mata-mata yang mereka lakukan.
Permasalahan ini bermula ketika pihak keamanan menangkap seorang karyawan Leeds yang memata-matai sesi latihan Derby County sehari sebelum pertandingan, di mana mereka akhirnya sukses mengalahkan lawannya tersebut dengan skor 2-0 pada awal Januari kemarin.
Kepolisian Derbyshire mengonfirmasi, mata-mata Leeds tersebut kedapatan memotong pagar kamp latihan Derby di Moor Farm. Meski mengaku bersalah, manajer Marcelo Bielsa justru tidak merasa tindakan ini sebagai sebuah kecurangan dan pihak EFL ikut turun tangan dengan memberi denda besar kepada Leeds.
Wakil pimpinan EFL Shaun Harvey mengatakan: “Sanksi yang dikenakan menyoroti soal bagaimana tindakan seperti itu tidak dapat dimaafkan dan itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika ada klub yang berusaha melakukan perilaku buruk di masa depan.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Leeds United atas dukungan mereka dalam membantu mengatasi masalah ini secepat mungkin.
“Kami sekarang ingin melupakan insiden ini dan memulai diskusi tentang pengenalan aturan khusus pada pertemuan dengan semua klub pada akhir bulan ini.”
Sementara itu, juru bicara Leeds menyatakan: “Kami menerima [sanksi] ini sekalipun kami tidak merasa melanggar aturan spesifik mana pun, namun kami tidak bisa memenuhi standar yang diharapkan oleh EFL menyangkut pasal 3.4.
“Kami meminta maaf atas tindakan kami yang dinilai tidak layak di persepakbolaan Inggris dan kami ingin berterima kasih kepada Shaun Harvey dan pihak EFL atas sikap baiknya dalam melakukan investigasi.
“Fokus kami sekarang kembali ke lapangan.”



