Striker AS RomaEdin Dzeko mengaku masih trauma dengan kekalahan timnya dari Liverpool di semi-final Liga Champions musim lalu.
Giallorossi sempat tampil spartan saat comeback menghadapi Barcelona untuk melaju ke babak empat besar.
Akan tetapi, menghadapi pasukan Jurgen Klopp, klub ibu kota Italia tidak bisa berbuat banyak dan harus merelakan tiket semi-final jatuh ke tangan klub Merseyside.
Bila mengingat-ingat momen itu, Dzeko mengaku frustrasi.
"Saya kira kami hanya membiarkannya [Liverpool] bermain mudah di Anfield, dan itu justru membuat kami kesulitan untuk bangkit di Olimpico," kenang Dzeko.
Disinggung soal masa depan dia di sepakbola, Dzeko melanjutkan: "Saya sama sekali tidak memikirkan pensiun. Saya masih memiliki beberapa tahun yang dilalui dengan baik. Namun, sepakbola bisa menjadi glamor dan itulah yang paling disoroti fans."
"Namun di balik itu, ada sederet hal dan sebagian berjalan sulit. Sepakbola tidak mudah, tidak semudah yang dibayangkan orang-orang."
"Saya tahu orang-orang sering memikirkan tentang uang, tetapi kami semua memulai laga karena kami menyukainya dan kami ingin menjadi pemain bagus di dalamnya."
"Ada tekanan dan kerja keras untuk meraih sesuatu," tandas striker internasional Bosnia tersebut.
Getty



