Terlepas kemenangan telak 4-0 yang diraih timnya atas AS Monaco, pelatih PSGThomas Tuchel tidak sepenuhnya puas karena merasa anak asuhnya kurang intens di babak pertama.
Dalam lanjutan Ligue 1 Prancis yang digelar di Stade Louis II, Senin (12/11) dini hari WIB tadi, anak asuh Tuchel sanggup unggul dua bola dengan cepat lewat brace Edinson Cavani di menit keempat dan 11.
Meski tampil lebih dominan dibanding tuan rumah, PSG gagal memaksimalkan peluang yang ada hingga turun minum sebelum akhirnya memperbesar papan skor di menit ke-53, lagi-lagi lewat Cavani.
Neymar menutup kemenangan tim asal ibu kota tersebut melalui eksekusi penaltinya di empat menit setelah satu jam, dan hasil ini membuat PSG menjaga rekor 100 persennya di kompetisi domestik.
“Saya sangat senang dengan hasil akhir ini dan fakta bahwa kita meraih 13 kemenangan beruntun, itu luar biasa,” kata Tuchel di sesi konferensi pers.
“Di sisi lain saya sedikit kecewa dengan intensitas kami, permainan kami, dan kualitas yang ditampilkan di babak pertama.
“Itu terbilang oke dan kami bermain santai karena mendapati banyak tekanan dari beberapa pertandingan terakhir. Setelah dua gol pertama, kami kurang bagus dalam permainan dan intensitasnya.
“Monaco bisa saja mencetak satu atau dua gol. Di babak kedua kami tampil lebih serius. Hasil ini sungguh bagus namun ini bisa lebih baik,” tegasnya.

