Kelakuan Pep Guardiola yang hobi mengutak-atik taktik timnya sangat membantu Arsenal dalam ambisi mereka menjuara Liga Primer Inggris. Itu menurut Danny Murphy, setelah Manchester City terjegal lagi kemarin Sabtu (18/2).
Pada laga Liga Primer Inggris perdana Sabtu kemarin, Arsenal comeback dramatis untuk mengalahkan Aston Villa 4-2 dan merebut kembali puncak klasemen, meski Man City diprediksi akan mengkudeta The Gunners lagi setelahnya.
Pasukan Guardiola menyambangi markas Nottingham Forest usai laga Arsenal dan membuka keunggulan lewat Bernardo Silva, tapi gagal memaksimalkan dominasi mereka ketika Chris Wood mencetak gol penyeimbang menit akhir sehingga The Gunners tetap duduk manis di puncak.
Getty ImagesSetelah secara mengjutkan meminjamkan Joao Cancelo ke Bayern Munich, Man City kekurangan orang di bek kiri dan sejak saat itu Guardiola sering menggunakan skema tiga bek, yang menurut Murphy malah menjadi senjata makan tuan.
Bekas bintang Liverpool itu percaya bahwa jika Guardiola tidak aneh-aneh dalam menyusun skuadnya, maka posisi Man City akan lebih baik dan Arsenal tidak akan menjadi pemuncak klasemen.
"Mikel Arteta pasti lega banget melihat Pep Guardiola mengutak-atik timnya — karena jika tidak, maka Arsenal-lah yang mungkin bakal jadi pengejar di pacuan gelar ini," tulis Murphy di Daily Mail.
"Andai saja Pep memainkan seluruh musim ini dengan taktik 4-3-3 yang biasa ia pakai, tak kebanyakan mengutak-atik tiga beknya, dan bermain dengan bek kiri alami, mungkin Manchester City yang akan memegang kendali nasib mereka sendiri."
Getty"Yang mengkhawatirkan bukanlah kegagalan mengalahkan Nottingham Forest Sabtu kemarin. Mereka mendominasi laga, [Erling] Haaland gagal mengonversi dua peluang emas. Di hari lain, mereka menang mudah."
"Yang mengkhawatirkan adalah laga-laga tandang di mana mereka kalah: kontra Liverpool, Tottenham, dan Manchester United di mana mereka tak mendominasi dan tak membombardir gawang lawan. Itu gara-gara lini belakangnya diutak-atik melulu... Skema tiga bek yang baru ini membikin mereka lebih muda ditembus."
"Tanpa sosok seperti Joao Cancelo dan Oleksandr Zinchenko, yang Pep biarkan pergi, mereka tak memiliki bek kiri yang mengerti peran yang diinginkan Guardiola, yang tahu kapan harus bergerak ke lini tengah dan kapan tidak [ke lini tengah]."
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)


