Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FC Bayern München v RB Leipzig - Bundesliga 2026/27Getty Images Sport

Untuk pertama kalinya dalam kariernya! Begini bintang Bayern Michael Olise mengingkari prinsipnya sendiri

Krishan Davis
Diterjemahkan oleh
  • Michael Olise adalah sosok langka dalam sepakbola modern. Sesuai dengan caranya yang tanpa beban dalam menjalani pertandingan, pemain berusia 24 tahun itu belum pernah menandatangani kontrak sponsor sepatu sepanjang enam setengah tahun karier profesionalnya, meski ia telah berkembang menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Di level tertinggi, kesepakatan semacam itu sudah lama menjadi hal lumrah, terlepas dari nilai finansialnya. Namun, keadaan itu kini bisa berubah.

    Nike berhasil mengajak Olise bekerja sama. Raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat itu memanfaatkan kedekatan sang pemain Prancis yang tidak biasa dan sudah berlangsung lama dengan sebuah lini sepatu yang produksinya telah lama dihentikan untuk meyakinkannya menandatangani kontrak penyediaan sepatu sepakbolanya. Dengan demikian, Nike mengungguli pesaing terbesarnya, adidas.

    Bagi Nike, keberhasilan ini datang pada saat yang tepat. Nilai pasar dan reputasi Olise sebagai pesepakbola kini berada di titik tertinggi. Ke depan, bintang FC Bayern München dan tim nasional Prancis itu diharapkan memainkan peran penting dalam pengembangan lini sepatu sepakbola merek tersebut serta menjadi wajah generasi baru sepatu sepakbola Nike.

  • Melawan arus

    Michael Olise Bayern Munich 2026-27 purple kit
    Getty

    Sejauh ini, Olise menjalani seluruh karier profesionalnya tanpa kontrak sponsor sepatu yang menggiurkan. Namun, hal itu akan segera berubah.

    Meski dari tahun ke tahun melewatkan potensi pendapatan sponsor bernilai jutaan, Olise sejauh ini tidak pernah menjelaskan secara terbuka mengapa ia sengaja memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan pesepakbola profesional. Sebuah sumber dari lingkungan terdekatnya mengatakan kepada L'Equipe pada awal tahun ini bahwa gagasan untuk meneken kontrak sponsor sepatu "sama sekali tidak menarik baginya". Hal ini mengisyaratkan bahwa Olise sangat menghargai kebebasannya dan ingin tetap menentukan sendiri sepatu yang ia kenakan.

    Sikap inilah yang juga membuatnya menjadi sosok istimewa di mata para pakar pemasaran olahraga. "Menurut saya, justru itulah yang membuat Olise menarik," kata pakar pemasaran olahraga Misha Sher kepada The Athletic pada musim panas. "Ia jelas lebih mengutamakan performa daripada apa pun, di dunia yang tampaknya membuat setiap orang punya harga." Sher tidak serta-merta meyakini bahwa Olise sengaja membentuk citra mereknya melalui sikap tersebut. Menurutnya, sikap itu memang bagian dari kepribadian Olise.

    Di saat yang sama, keinginannya yang kuat untuk mempertahankan individualitas bisa memainkan peran penting. "Seseorang yang begitu mementingkan kemandiriannya seperti dia mungkin tidak tertarik menjadi satu lagi atlet yang terikat kontrak dengan salah satu merek besar," jelas Sher. Para pemain di level ini memang sudah memperoleh penghasilan yang besar. Meski begitu, keputusan untuk sengaja menolak kontrak dan pendapatan yang menyertainya, khususnya di bidang ini, sangat tidak lazim.

    Tim Stedman, wakil presiden bidang strategi dan pemasaran atlet di SportFive, juga melihat sikap Olise sebagai tanda jelas kemandiriannya. "Fakta bahwa Olise tidak merasa membutuhkannya justru menjadi nilai lebih baginya," katanya. Mungkin pemain asal Prancis itu tidak menginginkan perhatian ataupun eksposur komersial yang menyertainya. Bisa jadi pula ia sengaja menjauh dari hiruk pikuk pemasaran untuk melindungi kehidupan pribadinya dan berkonsentrasi sepenuhnya pada karier olahraganya.

  • Sinonim

    Michael Olise Nike boots
    Getty

    Olise masih bermain dengan mengenakan Hypervenoms dan bahkan telah meminta koleksinya dipersonalisasi, termasuk sepasang sepatu yang dikenakannya selama Piala Dunia 2026.

    Meski sejak lama tidak banyak menunjukkan minat terhadap kontrak sponsor sepatu, Olise sudah bertahun-tahun identik dengan satu merek dan model tertentu: Nike Hypervenom III. Sepatu sepak bola yang diperkenalkan pada 2017 itu dikeluarkan dari jajaran produk setahun kemudian seiring dihentikannya lini Hypervenom, tetapi tetap menjadi pilihan utama Olise.

    Setelah namanya melejit di Reading FC, pemain asal Prancis itu sesekali memakai model lain, termasuk Nike Mercurial, adidas F50, dan sepatu sepak bola New Balance. Ia terutama terkadang mengenakan model lain saat latihan. Namun, selama membela Crystal Palace dan Bayern Munich, ia tetap setia memakai Hypervenom dalam pertandingan resmi.

    Besarnya koleksi Olise untuk model yang kini sudah dihentikan itu juga terlihat dari perhatiannya terhadap detail: di setiap pertandingan, ia menyesuaikan warna sepatunya dengan pakaian yang dikenakannya. Ia juga meminta seniman menghias beberapa pasang sepatunya dengan desain khusus yang dilukis tangan untuk memberinya sentuhan personal.

    Namun, seiring perannya yang kian penting, baik di level klub maupun bersama timnas Prancis, sikap Olise terhadap kontrak sponsor sepatu tampaknya berubah. Setelah bertahun-tahun tanpa kontrak semacam itu, bintang lini serang tersebut kini tampaknya berada di ambang babak baru.

  • Penjelasan yang lebih dari sekadar diperlukan

    Kylian Mbappe On
    Juergen Teller/ On

    Dengan mengontrak Olise, Nike mengirimkan sinyal tegas dan memperkuat posisinya di bisnis sepak bola setelah kepergian Kylian Mbappe, yang sebelumnya merupakan salah satu sosok utama merek tersebut.

    Seiring nilai pasar dan reputasi Olise terus meningkat, serta penampilannya terus memukau dari pekan ke pekan bersama Bayern Munich, Nike kini dikabarkan meraih keberhasilan penting. Menurut berbagai laporan media, raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat itu untuk pertama kalinya menandatangani kontrak penyediaan sepatu sepak bola dengan pemain asal Prancis tersebut. Penampilan gemilangnya bersama tim nasional Prancis di Piala Dunia juga bisa menjadi faktor penentu.

    Bagi Nike, kesepakatan dengan Olise ini datang pada saat yang tepat. Baru pada September, perusahaan tersebut kehilangan salah satu sosok terpentingnya dalam bisnis sepak bola, yakni Kylian Mbappe, rekan senegara Olise sekaligus bintang Real Madrid. Mbappe beralih ke pesaing Nike, On, yang sejauh ini dikenal terutama lewat sepatu larinya dan kini ingin merambah pasar sepatu sepak bola. Karena itu, kesepakatan dengan Olise bisa menjadi langkah penting bagi Nike untuk menutupi kehilangan tersebut.

    Kesepakatan ini tentu semakin menggembirakan bagi perusahaan asal Amerika Serikat itu mengingat persaingan untuk mendapatkan bintang Bayern tersebut. Menurut laporan Footy Headlines, adidas berupaya keras mendapatkan Olise pada musim panas lalu dan dikabarkan menawarinya kontrak jangka panjang yang menggiurkan. CEO adidas Björn Gulden juga pernah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memasukkan pemain Prancis itu ke jajaran atlet yang terikat kontrak dengan adidas.

    Namun, tawaran produsen perlengkapan olahraga asal Jerman itu tampaknya pada akhirnya tidak cukup untuk meyakinkan Olise. Selain ketentuan finansial, faktor lain kemungkinan juga memainkan peran penting dalam keputusannya memilih Nike.

  • Kembalinya seorang ikon

    Nike Hypervenom boots
    Getty

    Nike menghadirkan kembali seri Hypervenom yang populer, yang dihentikan pada 2019, dan Olise disebut-sebut akan menjadi salah satu dutanya.

    Hampir sepuluh tahun setelah menghentikan seri tersebut, Nike kabarnya berencana menghadirkan kembali Hypervenom pada 2027. Michael Olise disebut akan memainkan peran penting dan menjadi salah satu wajah lini sepatu yang diperbarui itu. Seperti dilaporkan Footy Headlines, prospek kembalinya model tersebut diduga menjadi faktor penentu yang akhirnya mendorong bintang Bayern itu menandatangani kontrak sponsor.

    Saat pertama kali memperkenalkan Hypervenom pada 2013, Nike menggandeng Neymar sebagai sosok utama dalam promosinya. Sepatu itu menggantikan seri legendaris Total90 dan menjadi bagian tetap dari perlengkapan pemain Brasil tersebut. Ia menarik perhatian saat mengenakannya bersama FC Barcelona maupun di Piala Dunia 2014 yang digelar di negaranya. Meski Nike menghentikan seri Hypervenom pada 2019, peluncuran ulang varian warna pertamanya pada 2025 sudah mengisyaratkan kemungkinan kembalinya sepatu tersebut. Kini, lini produk itu kabarnya akan kembali masuk dalam jajaran produk Nike secara permanen dengan bentuk yang telah diperbarui.

    Dengan kembalinya Hypervenom, model ini diperkirakan juga akan memegang peran penting dalam jajaran produk Nike. Hypervenom disebut akan menggantikan seri Phantom sebagai andalan untuk sepatu sepakbola yang dirancang menunjang kelincahan dan ketajaman penyelesaian akhir. Sejauh ini, Erling Haaland dan Alexia Putellas termasuk di antara para pemain yang mengenakan model Phantom. Selain Olise, bintang Chelsea Cole Palmer, Haaland, dan Putellas kabarnya juga disiapkan sebagai wajah promosi Hypervenom versi terbaru pada musim panas mendatang.

    Olise juga pernah terlihat mengenakan prototipe sepatu yang tampaknya sepenuhnya berwarna putih itu saat berlatih bersama tim nasional Prancis menjelang Piala Dunia. Hal tersebut sejalan dengan kabar kembalinya Hypervenom. Bintang Bayern itu tampaknya sudah dilibatkan sejak awal dalam persiapan peluncuran kembali seri tersebut.

    Dengan latar belakang itu, waktu keputusan Olise untuk menandatangani kontrak sponsor sepatu pun menjadi lebih mudah dipahami. Setelah bertahun-tahun tidak menjalin kerja sama semacam itu, prospek untuk kembali mengenakan Hypervenom favoritnya sekaligus menjadi wajah versi terbarunya bisa jadi menjadi faktor penentu.

  • "Cara kreatif lainnya"

    Michael Olise
    Getty

    Sikap Olise yang cenderung tertutup di luar lapangan kemungkinan besar akan sangat memengaruhi cara Nike memasarkan bintang barunya ke depan. Dalam hal ini, Nike ingin menerapkan pendekatan yang sengaja dibuat "sama sekali berbeda".

    Mengingat sikap Olise yang santai dan keengganannya yang jelas terhadap status superstar, tak mengherankan jika kontrak sponsor sepatunya berbeda dari kesepakatan pada umumnya. Bagi Nike, ini menjadi kesempatan untuk menempuh pendekatan baru bersama seorang pemain yang dalam waktu sangat singkat telah menjadi salah satu nama paling menonjol dalam portofolio merek tersebut.

    Seperti dilaporkan Footy Headlines, raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat itu berencana menempuh "jalur kreatif yang sama sekali berbeda" bersama pemain asal Prancis tersebut. Fokusnya adalah kontras antara pembawaan Olise yang tenang dan pendiam di luar lapangan dengan penampilannya yang menggetarkan di lapangan, yang membuatnya mampu menentukan hasil pertandingan seorang diri. Perpaduan berbagai sisi inilah yang bisa menjadi dasar bagi kampanye pemasaran yang luar biasa.

    Bagaimana Nike akan menerapkan konsep ini secara konkret masih harus ditunggu. Namun, ada kemungkinan Olise akan mengenakan Hypervenom yang dipersonalisasi dengan namanya sendiri pada tahun depan. Setelah bertahun-tahun hubungan istimewanya dengan model sepatu ini terjalin tanpa kontrak sponsor resmi, hubungan tersebut kini mendapat landasan formal. Banyak hal menunjukkan bahwa Olise maupun Nike masih punya banyak rencana melalui kemitraan ini.