Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Kylian Mbappe China GFX HIC 1-1GOAL

Kasus Mbappé-Tiongkok: Apa yang terjadi, meme "diktator", permintaan maaf Real Madrid, dan risiko konsekuensi yang sangat berat

Krishan Davis
Diterjemahkan oleh
  • Sebuah komentar yang tampaknya tidak berbahaya tentang meme viral menyeret Kylian Mbappé, Real Madrid, dan La Liga ke tengah polemik diplomatik. Dalam video singkat yang diunggah di media sosial, Mbappé secara tidak langsung menyebut mantan pemimpin China Mao Zedong sebagai "diktator", sehingga memicu insiden internasional.

    Sekilas, reaksi itu mungkin tampak berlebihan. Namun, seriusnya komentar tersebut tercermin dari sikap China yang tidak mau berkompromi dan sulitnya upaya mediasi Spanyol, yang hingga kini belum membuahkan hasil. Polemik ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan bisa berdampak besar pada sepakbola Spanyol.

  • Kekuatan meme

    Kylian Mbappe Real Madrid 2026/27
    getty

    Mbappé tersandung masalah akibat komentar yang tampaknya biasa saja pada sebuah video viral.

    Sudah lama beredar meme di internet yang menyindir sifat otoriter Mbappé dengan menempelkan wajahnya pada gambar Mao atau Stalin, atau membuat foto dirinya berseragam militer menggunakan AI.

    Thibaut Courtois mengungkapkan bahwa meme-meme itu dianggap sangat lucu di ruang ganti Real Madrid. Saat Piala Dunia, terungkap pula bahwa rekan-rekan Mbappé di timnas Prancis memanggilnya "Mobut", merujuk pada Mobutu Sese Seko, mantan diktator Republik Demokratik Kongo. Mbappé sendiri melihat sisi lucunya, tetapi komentarnya dalam sebuah video pendek yang kemudian dihapus membuatnya mendapat masalah.

    Dalam wawancara di podcast Prancis "The Bridge" pada April 2025, Mbappé ditanya meme mana yang paling disukainya. Ia menjawab: "Ketika mereka membuat video dengan seorang pria, kalau tidak salah seorang diktator Tiongkok, lalu memasang wajah saya..." Ia menunjuk wajahnya sendiri, sebelum gambar wajahnya yang ditempelkan pada tubuh Mao muncul di layar. "Saya sering menggunakannya bersama teman-teman saya," tambahnya sambil tersenyum.

    Mantan pemain PSG berusia 27 tahun itu bahkan tidak menyebut nama Mao, tetapi reaksi negatif Tiongkok terhadap isyarat tersebut langsung muncul dan tidak kenal kompromi.

  • Reaksi serius

    FBL-CHINA-ADVERTISING-POLITICS-MBAPPE
    AFP

    Di antara sanksi lainnya, kanal-kanal media sosial Mbappé pada praktiknya telah dinonaktifkan di China.

    Video yang kembali muncul di media sosial itu memicu reaksi keras dari para pejabat tinggi Tiongkok. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menyatakan: "Perkataan atau tindakan yang menyakiti rakyat Tiongkok akan ditolak oleh seluruh masyarakat."

    Federasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) juga menuntut permintaan maaf, dengan menyatakan bahwa "atlet yang terkenal di tingkat internasional harus mematuhi standar etika yang ketat dan mengekspresikan pengaruh mereka di ruang publik secara rasional."

    Mbappé kemudian dengan cepat ditinggalkan oleh tiga sponsornya di Tiongkok: produsen produk susu terbesar Mengniu, perusahaan minuman Dongpeng, yang iklannya pernah dibintangi kapten timnas Prancis itu selama Piala Dunia pada musim panas, serta produsen keju Milkground. Mengniu dan Dongpeng merilis pernyataan yang hampir identik untuk mengecam komentar tersebut. Keduanya menyatakan "menentang keras" dan menerapkan "toleransi nol" terhadap perkataan atau tindakan apa pun yang dapat menyinggung rakyat Tiongkok.

    Menurut surat kabar Shanghai, The Paper, stasiun televisi negara CCTV telah menghentikan penayangan pertandingan Mbappé serta seluruh iklan atau konten video daring yang menampilkannya. La Liga, yang menandatangani kesepakatan dengan platform milik negara Migu pada musim panas, tidak akan menayangkan Real Madrid-Racing Santander pada Minggu.

    Konsekuensi juga muncul di ranah daring: pengguna baru Weibo, RedNote, dan Xiaohongshu tidak dapat mengikuti Mbappé karena akunnya telah diblokir. Sponsor internasional seperti Dior, Hublot, dan On, yang telah menandatangani kontrak sepatu sepak bola dengan Mbappé, harus menghapus konten tentang dirinya dari profil mereka di Tiongkok.

  • Warisan yang kompleks

    China Marks The 50th Anniversary Of Mao Zedong
    Getty Images News

    Mao Zedong masih dianggap sebagai pemimpin besar di Tiongkok, meskipun ia bertanggung jawab atas kematian puluhan juta orang.

    Warisan Mao di Tiongkok kompleks, tetapi di luar negeri ia terutama dipandang sebagai diktator. Sebagai pendiri Republik Rakyat Tiongkok, ia memimpin negara itu dari 1949 hingga 1976, tahun ketika ia meninggal pada usia 82 tahun.

    Selama menjabat sebagai ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT), ia memimpin rezim totaliter yang menyebabkan kematian puluhan juta orang. Banyak di antaranya tewas dalam Bencana Kelaparan Besar Tiongkok antara 1959 dan 1961. Peristiwa itu secara luas dianggap sebagai bencana kelaparan paling mematikan dalam sejarah manusia, dengan perkiraan korban jiwa mencapai 55 juta orang.

    Bencana kelaparan itu disebabkan oleh kampanye kolektivisasi pertanian dan industrialisasinya, "Lompatan Jauh ke Depan". Rezimnya menindas lawan politik, memberlakukan kerja paksa, dan melakukan pembantaian untuk melenyapkan kelas kapitalis serta budaya tradisional.

    Namun, di Tiongkok, banyak orang menganggapnya berjasa mengakhiri perang saudara, membawa kemajuan bagi perempuan dan di bidang pendidikan, serta mengurangi kemiskinan secara drastis sehingga membuka jalan bagi kebangkitan negara itu di kemudian hari. Hingga kini, banyak orang, terutama kalangan lanjut usia, masih menganggapnya sebagai pemimpin besar, dan Partai Komunis Tiongkok gigih membela warisannya. Di Tiongkok, sering dikatakan bahwa Mao 70 persen benar dan 30 persen salah.

    Dalam konteks ini, reaksi negatif terhadap komentar Mbappé, terlepas dari benar atau tidaknya komentar itu, mencerminkan bahwa sikap tidak menghormati para pemimpin negara tersebut masih merupakan tabu sosial dan budaya. Artinya, merek atau atlet mana pun yang ingin memanfaatkan pasar Tiongkok yang menguntungkan harus bertindak dengan sangat hati-hati.

  • Permintaan maaf yang memalukan

    GFX Javier Tebas Florentino Perez
    Getty/GOAL

    Mbappé, Real Madrid, dan La Liga, melalui presidennya Javier Tebas, harus meminta maaf atas komentar tersebut.

    Untuk menghindari kerugian finansial bagi Mbappé, Real Madrid, dan La Liga, permintaan maaf yang merendahkan diri datang dari Spanyol, dengan para pejabat lebih mengkhawatirkan uang daripada kebenaran.

    "Komentar saya tidak pantas dan sekarang saya memahami bahwa komentar itu telah menyakiti banyak orang di Tiongkok dan komunitas Tionghoa di seluruh dunia," kata Mbappé melalui perusahaan induknya, Interconnected Ventures, dalam pernyataan yang diterjemahkan ke bahasa Mandarin. "Saya meminta maaf kepada semua orang yang merasa tersinggung oleh kata-kata saya. Itu sama sekali bukan niat saya. Saya sangat menghormati rakyat Tiongkok dan sejarah mereka, dan saya sungguh menyesal."

    Klubnya turut angkat bicara keesokan harinya, dengan menulis: "Real Madrid ingin menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Tiongkok atas ketidaknyamanan apa pun yang mungkin ditimbulkan oleh pernyataan terbaru pemain kami, Kylian Mbappé. Klub kami sangat menghormati Tiongkok, sejarahnya, budayanya, dan warganya, serta jutaan penggemar Tionghoa yang menyayangi dan mengagumi Real Madrid. Real Madrid ingin mempererat hubungan persahabatan yang terjalin dengan Tiongkok dan warganya."

    Ini kali kedua dalam beberapa bulan terakhir klub tersebut berselisih dengan otoritas Tiongkok. Pada Agustus, sebuah unggahan tentang banjir di "Nepal dan Tibet" dikritik oleh media setempat, yang meminta agar frasa itu diubah menjadi "Xizang Tiongkok", sebelum unggahan tersebut dihapus tanpa penjelasan.

    La Liga juga berupaya membatasi dampaknya, dengan menyatakan: "LALIGA sangat menyesalkan ketersinggungan yang ditimbulkan oleh komentar terbaru Kylian Mbappé di kalangan penggemar Tionghoa. Komentar tersebut disampaikan atas nama pribadi dan tidak mewakili LALIGA. Sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan kami, kami menyampaikan permintaan maaf atas nama LALIGA dan seluruh klubnya."

    Presiden Javier Tebas menambahkan: "Saya meminta maaf kepada penggemar Tionghoa atas ketersinggungan yang ditimbulkan. Saya menghormati Tiongkok dan rakyatnya, yang telah mendukung sepak bola kami selama bertahun-tahun. Sebagai presiden La Liga, saya akan bekerja sama dengan klub dan pemain untuk meningkatkan kesadaran budaya. Kami ingin membina hubungan ini melalui tindakan dan akan mengambil langkah konkret agar situasi seperti ini tidak terulang."

    Tebas membentuk unit krisis, bertemu dengan duta besar Tiongkok untuk Spanyol, Yao Jing, dan menghubungi Real Madrid meski hubungan mereka tegang, setelah klub itu meminta Tebas mundur karena membandingkan jajaran pimpinan klub dengan Joseph Goebbels. Menurut Reuters, presiden La Liga itu juga mempertimbangkan untuk pergi ke Tiongkok guna meredakan polemik.

  • Konsekuensi serius

    Kylian Mbappe China
    Getty

    Polemik terkait komentar Mbappé belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan bisa menimbulkan konsekuensi finansial yang sangat besar.

    Belum jelas apakah permintaan maaf Mbappé dan langkah Tebas cukup untuk meredakan krisis dengan China. Pada Rabu, juru bicara Jiakun berkomentar: "Kami menanggapi serius permintaan maaf yang disampaikan."

    Menurut jurnalis Prancis Romain Molina, pernyataan Mbappé tidak meredakan ketegangan, tetapi dipandang sebagai upaya putus asa untuk melindungi kepentingan komersialnya. Tidak menyebut Mao justru memperburuk keadaan. Beredar video yang memperlihatkan suporter China membakar jerseynya dan merobek poster iklan.

    Pada Rabu, lembaga penyiaran negara China Media Group (CMG) menolak penjelasan Mbappé, Real Madrid, dan Tebas, serta menegaskan bahwa mereka tidak akan menayangkan pertandingan yang dimainkan kapten Prancis itu. Sebelumnya, telah diumumkan bahwa pertandingan Real Madrid di La Liga akhir pekan ini tidak akan disiarkan.

    "Kami menilai pernyataan Mbappé yang menghina telah menyinggung rakyat China, melampaui batas, dan melewati batas-batas kebebasan berekspresi," demikian bunyi pernyataan CMG. "Mbappé adalah pemain Real Madrid dan klub memiliki tanggung jawab besar atas dirinya. Karena itu, kami tidak menerima penjelasan Real Madrid bahwa Mbappé 'tidak pernah sengaja menghina dan menyatakan bahwa para pemain berhak mengungkapkan pendapat pribadi mereka', dan kami juga tidak menerima sikap Real Madrid."

    Menurut Reuters, televisi negara China menunggu "langkah-langkah rekonsiliasi lebih lanjut." La Liga telah mengumumkan "protokol peningkatan kesadaran dan komunikasi" bersama klub dan pemain karena khawatir akan dampak ekonomi yang besar.

    Menurut data keuangan terbaru La Liga, kompetisi kasta tertinggi Spanyol itu meraup 1,58 miliar euro (1,32 miliar pound sterling/1,76 miliar dolar AS) dari hak siar televisi pada musim 2024/25. Sebanyak 40% di antaranya (748 juta euro/626 juta pound sterling/995 juta dolar AS) berasal dari pasar internasional. Meski pendapatan khusus dari China tidak diungkapkan, pasar Asia dan Amerika Serikat merupakan dua sumber utama pendapatan luar negeri bagi kompetisi tersebut. Pada musim panas ini, Tebas sendiri mengatakan bahwa "China tetap menjadi pasar strategis bagi La Liga."

    Bagi Real Madrid, selain risiko kehilangan sebagian pendapatan dari kontrak hak siar televisi, menurut El Mundo, 10-15% pendapatan internasional dari penjualan merchandise berasal dari China, tempat jersey Mbappé menjadi yang paling laris. Klub memegang 20% hak citranya.

    Saat ini belum jelas seberapa besar dampak insiden ini terhadap Mbappé. Menurut Forbes, pemain Prancis itu diperkirakan meraup 30 juta dolar AS (22,5 juta pound sterling) dari sponsor saja, tetapi tidak ada perusahaan China yang mengungkapkan berapa banyak mereka membayarnya. Pemasok sepatu barunya, On, juga terancam karena China merupakan pasar utama bagi perusahaan itu: harga sahamnya sudah turun.

    Tanpa solusi dalam waktu dekat, krisis ini bisa berdampak pada sepakbola Spanyol.