Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Ballon d'Or Oscars 1-1Getty/GOAL

Bagaimana seremoni Ballon d'Or menjadi ajang sepak bola yang setara dengan Oscar

Mark Doyle
Diterjemahkan oleh
  • Ketika Stanley Matthews memenangkan Ballon d'Or perdana pada 1956, ia menerima penghargaannya dalam sebuah upacara kecil di balai kota Blackpool. Berbeda jauh dengan saat itu, pemenang tahun ini akan diumumkan dalam acara bertabur bintang dengan karpet merah di The London Palladium, sementara jutaan penggemar sepakbola di seluruh dunia mengikuti jalannya acara melalui internet atau televisi.

    Tentu saja banyak hal berubah, dan 70 tahun benar-benar setara dengan masa hidup seseorang. Namun, Ballon d'Or bukan sekadar berkembang, melainkan popularitasnya telah meroket. Menjelang pergantian abad, trofi itu bahkan belum dianggap terlalu penting. Michael Owen, pemenang 2001, bahkan tidak tahu apa itu Ballon d'Or. Ia mengatakan kepada talkSPORT, "Pada masa itu, penghargaan tersebut tidak pernah muncul di media kami."

    Namun, kini Ballon d'Or ada di mana-mana dan memicu perdebatan sepanjang tahun di kalangan suporter serta pengamat mengenai siapa pemain terbaik di dunia. Mengapa hal itu terjadi, dan bagaimana sebuah penghargaan individu bisa dianggap begitu bergengsi dalam olahraga beregu?

  • Lahir dari kebosanan

    A resident reads the last edition of the French Fr
    AFP

    France Football tetap mengawasi proses pemungutan suara setelah pertama kali mengadakan penghargaan tersebut pada 1950-an.

    Gagasan awal untuk memberikan penghargaan tahunan kepada pesepakbola terbaik Eropa, menurut Gerard Ejnes, lahir dari "rasa bosan". Para penulis dan editor di balik France Football "selalu mencari sesuatu untuk diciptakan, bahkan demi menjual lebih banyak eksemplar".

    Pada 1995, penghargaan itu akhirnya dibuka bagi pemain dari semua negara yang berkarier di Eropa. Penghargaan tersebut baru berlaku secara global pada 2007, sebelum kategori perempuan mulai ditambahkan pada 2018. Akibatnya, nama-nama besar seperti Garrincha, Pele, dan Diego Maradona tidak tercantum dalam daftar pemenang.

    Dalam hal itu, France Football patut mendapat pujian karena berhasil membangun kesan istimewa dan aura seputar penghargaan tersebut, yang sebenarnya tidak dimilikinya selama sebagian besar keberadaannya. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa alasan utama Ballon d'Or menjadi penghargaan yang paling didambakan dalam sepakbola sama sekali tidak berkaitan dengan penyelenggaranya.

    Sebaliknya, mereka beruntung karena dua pemain terbaik yang pernah ada muncul bukan hanya pada waktu yang sama, tetapi juga pada era ketika liputan media lebih luas daripada sebelumnya.

  • Efek Messi dan Ronaldo

    FBL-FIFA-BALLONDOR-PRESSER
    AFP

    Pemain Argentina dan Portugal itu menikmati rivalitas sengit, baik di lapangan maupun dalam perebutan Ballon d'Or.


    Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pada dasarnya membuat Ballon d'Or menjadi sebesar sekarang. Mereka adalah, dan masih tetap menjadi, dua pemain paling populer di dunia. Sebelum pemain asal Portugal itu mengalami penurunan kualitas yang drastis lima tahun lalu, perdebatan sengit, meski konyol, tentang siapa yang lebih unggul sulit dihindari.

    Alhasil, Ballon d'Or menjadi ajang persaingan penting bagi kelompok pendukung masing-masing, karena penghargaan itu dianggap sebagai penentu yang independen dan dapat dipercaya. Tentu saja, anggapan itu sama sekali tidak benar.

    Selama bertahun-tahun, ada sederet keputusan yang meragukan, beberapa di antaranya melibatkan Ronaldo dan Messi, yang berbagi Ballon d'Or selama satu dekade (2007-2017). Namun, bagi France Football, siapa yang menang sebenarnya tidak terlalu penting. Selama Ronaldo dan Messi sama-sama bersaing, mereka tidak mungkin rugi. Seperti pernah diakui mantan direktur Pascal Ferre, “Mereka bersaing satu lawan satu selama 10 tahun dan France Football diuntungkan.”

    Memang, satu generasi tumbuh dengan menyaksikan dua legenda hidup bersaing memperebutkan gelar yang tampak sangat berharga itu, dan penyelenggara memanfaatkannya semaksimal mungkin.

  • Bisnis besar

    TOPSHOT-FBL-AWARD-BALLON D'OR-2024
    AFP

    Real Madrid begitu kecewa atas kemenangan Rodri pada 2024 hingga memboikot acara penghargaan tersebut.

    Sudah lama berlalu masa ketika pemimpin redaksi France Football menghitung suara di dapurnya sebelum istrinya mengetik hasilnya. Ballon d'Or kini telah menjadi bisnis besar. Acara tahun ini akan dipandu oleh Thierry Henry dan Kate Scott, dihadiri lebih dari 2.000 orang, serta diliput media dari seluruh dunia.

    Acara ini pada dasarnya telah menjadi versi Oscar bagi sepakbola. Itulah sebabnya tokoh-tokoh ternama ingin terlihat hadir di sana, sementara klub-klub mempromosikan kandidat mereka seperti studio film mempromosikan nominasinya. Seperti dikatakan Ferre kepada Bleacher Report, "Aktor yang memenangkan Oscar menjadi jauh lebih bernilai secara komersial. Nilai pasar pemain yang memenangkan Ballon d'Or meningkat."

    Tentu saja, ketika potensi imbalannya begitu besar, risiko korupsi meningkat, dan Ferre mengungkapkan bahwa agen dan pemain pernah berupaya membeli suara.

    Namun, fakta bahwa para pemain kini mencantumkan Ballon d'Or sebagai salah satu tujuan utama dalam karier mereka sudah cukup membuka mata. Trent Alexander-Arnold mengakui bahwa, baginya, memenangkan trofi itu lebih penting daripada kembali menjuarai Premier League atau Liga Champions bersama Liverpool, bahkan daripada menjadi kapten klub dari kota kelahirannya. Karena itu, kepindahan bek kanan tersebut ke Real Madrid setelahnya tidak terlalu mengejutkan, mengingat tidak ada klub yang lebih memedulikan Ballon d'Or daripada Real Madrid, yang secara memalukan bahkan sampai memboikot acara pada 2024 setelah mengetahui Vinicius Junior dikalahkan Rodri dalam perebutan penghargaan utama.

  • Berbulan-bulan berkampanye

    Real Madrid C.F. v RB Leipzig - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD3
    Getty Images Sport

    Mbappe menjadi salah satu juru kampanye paling vokal di antara para kandidat Bola Emas pada 2026.

    Perilaku semacam itu dari para pemain dan tim jelas berlebihan, tetapi sama sekali tidak mengejutkan. Arsene Wenger sudah melihat hal ini akan terjadi satu dekade lalu, ketika ia mengatakan bahwa dirinya “menentang Ballon d'Or” karena ia telah “melihat karier hancur akibat para pemain terlalu terobsesi meraih penghargaan individu”.

    Mantan manajer Arsenal itu menambahkan, “Saya merasa terkadang hal itu mendorong sikap egois.” Jose Mourinho bahkan sependapat dengan seteru bebuyutannya itu: “Saat ini, sepak bola sedikit kehilangan konsep tim karena lebih berfokus pada individu.”

    Situasi itu semakin menguat sejak saat itu, sampai-sampai pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal menghabiskan pekan-pekan awal musim untuk berkampanye sendiri, berusaha memengaruhi para pemilih dengan argumen yang menonjolkan kehebatan mereka.

    Menurut Ferre, upaya memohon dukungan yang terkesan putus asa itu kemungkinan tidak akan berhasil. “Saya selalu mengatakan bahwa Ballon d'Or tidak dimenangkan di panggung media, tetapi penghargaan itu tentu bisa gagal diraih karena apa yang terjadi di sana,” kata pria Prancis itu kepada Gazzetta dello Sport. “Penghargaan tahun ini diperebutkan dengan sangat sengit, tetapi terlalu banyak membuat kegaduhan bisa membuat kesal para pemilih yang tidak mudah dikelabui.”

  • Gemerlap dan kemewahan

    FBL-AWARD-BALLON D'OR-2025
    AFP

    Klub seperti Barcelona memanfaatkan seremoni tersebut untuk mempertemukan para pemain dari tim putra dan putri mereka.

    Secara keseluruhan, 86 pemain dan 10 pelatih dari sepakbola putra dan putri masuk nominasi untuk setidaknya satu penghargaan pada Senin. Jika beberapa tahun terakhir bisa dijadikan patokan, sebagian besar dari mereka akan datang ke London pada hari itu, terlepas dari peluang mereka membawa pulang penghargaan. Klub-klub akan menyewa jet pribadi untuk mengantar para nomine mereka ke ibu kota Inggris. Bagi klub yang memiliki tim putra dan putri berprestasi, ini menjadi kesempatan untuk menampilkan para pemain mereka bersama-sama di karpet merah.

    Situasinya jauh berbeda dari era Messi-Ronaldo. Kala itu, keduanya bersama seorang finalis lainnya akan pergi ke Paris atau Swiss (FIFA turut menyelenggarakan penghargaan tersebut pada 2010-2015) untuk menghadiri konferensi pers sebelum seremoni, lalu trofi diserahkan pada malam berikutnya. Ajang itu tetap menjadi peristiwa besar dalam kalender sepakbola, tetapi jumlah pemain aktif yang hadir bisa dihitung dengan jari satu tangan.

    Hadirnya Ballon d'Or putri pada 2018, disusul penambahan penghargaan lain yang meniru berbagai kategori penghargaan putra, semakin menguatkan kesan bahwa seremoni ini kini menjadi malam terbesar dalam sepakbola untuk mempertemukan para pemain elite dari berbagai penjuru olahraga ini di satu tempat. Keputusan untuk memajukan seremoni dari akhir November, ketika jadwalnya biasanya berbenturan dengan jeda internasional sepakbola putri, juga memungkinkan lebih banyak pemain putri hadir.

    Keputusan kontroversial untuk memindahkan acara dari Paris itu, menurut France Football hanya bersifat sementara dan dimaksudkan untuk merayakan 70 tahun sejak kemenangan Matthews pada edisi perdana. Namun, sulit untuk tidak bertanya-tanya apakah peluang membujuk selebritas di luar dunia sepakbola untuk menghadiri malam penghargaan di London lebih besar daripada di Paris (terlepas dari sifat aksi protes yang saat ini melanda ibu kota Prancis itu). Karena itu, kemungkinan pemindahan secara permanen sulit dikesampingkan bagi acara yang semakin menyerupai malam terbesar di Hollywood.

    Jadi, siapkan tuksedo Anda, kenakan gaun terbaik Anda dan bersiaplah untuk seremoni Ballon d'Or. Kita bukan lagi berada di Blackpool!