FBL-CAN-2024-MTN-ALGAFP

Diterjemahkan oleh

Wasit Piala Dunia yang diskors, Omar Artan, ditunjuk untuk memimpin final UEFA Super Cup antara PSG dan Aston Villa

  • UEFA menugaskan Artan untuk memimpin pertandingan final besar setelah permohonan visanya ke AS ditolak

    Dalam perkembangan yang mengejutkan, UEFA telah mengonfirmasi bahwa Artan akan memimpin pertandingan pembuka musim antara PSG dan Aston Villa pada 12 Agustus. Pertandingan yang akan digelar di Salzburg ini menandai momen penting bagi dunia wasit Afrika, dengan Artan menjadi wasit pertama dari benua tersebut yang memimpin final besar UEFA.

    Penunjukan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Artan terpaksa kembali ke Somalia. Ia telah tiba di Miami untuk bergabung dengan markas wasit Piala Dunia, namun ditolak oleh Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS. Pernyataan dari pihak berwenang menyebutkan "masalah verifikasi" sebagai alasan penolakannya, sebuah keputusan yang memicu perdebatan luas di dunia sepak bola.

  • Iklan
  • Omar Artan(C)Getty Images

    Ceferin mendukung pejabat Somalia yang 'luar biasa'

    Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara tegas menyatakan dukungannya kepada Artan, dengan lebih menekankan kualitas sang wasit daripada isu-isu perbatasan yang baru-baru ini terjadi. "Omar Artan adalah wasit muda yang sangat baik namun sudah berpengalaman, yang telah membuktikan kemampuannya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika," kata Ceferin. "Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang-orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormatnya kepada Omar dan keterampilan wasitnya yang luar biasa, yang telah membuatnya mendapatkan nominasi bergengsi ini."

    Langkah ini dipandang sebagai bentuk solidaritas langsung dari badan pengatur sepak bola Eropa. Ceferin menambahkan, "Saya berterima kasih kepada teman saya, Presiden CAF Patrice Motsepe, yang dengan antusias mendukung inisiatif kami." Penunjukan ini merupakan bagian dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara UEFA dan CAF untuk mendorong kerja sama di berbagai bidang, termasuk wasit.

  • Presiden FIFA meminta para pengkritik untuk 'tenang' terkait ketidakhadirannya di Piala Dunia

    Meskipun UEFA telah turun tangan, Artan tetap tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia karena kendala logistik yang membuatnya tidak mungkin ditempatkan di tempat lain. ESPN melaporkan bahwa akan "tidak praktis" bagi pejabat tersebut untuk beroperasi dari Meksiko atau Kanada, karena semua pelatihan utama dan pengarahan terpusat di Florida. Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat kritikan karena gagal menyelesaikan kebuntuan terkait visa tersebut.

    Infantino mendesak para pengamat untuk "tenang dan santai" ketika ditanya tentang situasi tersebut, dengan menyatakan bahwa FIFA "tidak mengendalikan segalanya". Meskipun tidak mendapat peran di Piala Dunia musim panas ini, reputasi Artan tidak diragukan lagi di Afrika, di mana ia baru-baru ini dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF 2025. Salah satu pertandingan paling menonjol yang pernah ia pimpin adalah leg kedua final Liga Champions CAF 2025-26.

  • FBL-WC-2026-SOM-REFEREE-IMMIGRATION-DIPLOMACYAFP

    Dunia sepak bola Afrika merayakan penunjukan bersejarah

    Motsepe memuji keputusan tersebut sebagai bukti kemampuan olahraga ini dalam mempersatukan berbagai wilayah. "Omar Artan telah membuat Somalia dan seluruh rakyat Benua Afrika merasa sangat bangga," katanya. "Penerimaannya atas Penghargaan Wasit Pria Terbaik CAF 2025 dan penunjukannya sebagai wasit Piala Dunia FIFA 2026 merupakan pengakuan atas kemampuan wasit kelas dunia yang dimilikinya serta penghormatan internasional yang ia terima."

    Final Super Cup di Salzburg kini akan menjadi panggung utama bagi Artan untuk membuktikan kemampuannya di kancah Eropa. Motsepe menyimpulkan: "Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi wasit-wasit Afrika, serta merupakan contoh yang sangat baik dari sepak bola yang menyatukan dan mempersatukan orang-orang dari Afrika, Eropa, dan seluruh dunia."