Al Hilal berhasil meraih gelar ke-12 Piala Raja Arab Saudi setelah meraih kemenangan 2-1 yang penuh perjuangan atas Al Kholood, dengan Karim Benzema menambah satu trofi lagi ke dalam koleksi prestasinya yang gemilang. Meskipun sempat tertinggal di awal pertandingan, tim The Blues berhasil membalikkan keadaan dengan cepat pada babak pertama dan mengangkat trofi bergengsi tersebut untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir.
Blues melakukan comeback yang dramatis
Al Hilal berhasil mengatasi ketegangan di awal pertandingan dan mengalahkan Al Kholood, tim yang lolos ke final layaknya dongeng, dengan skor 2-1 dalam laga seru yang disaksikan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. The Blues tertinggal hanya empat menit setelah kick-off ketika Ramiro Enrique memanfaatkan kelengahan dalam sistem pertahanan Simone Inzaghi, namun mereka membalas dengan dua gol dalam lima menit menjelang akhir babak pertama. Nasser Al-Dawsari memanfaatkan bola liar untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-42 sebelum Theo Hernandez mencetak gol penentu kemenangan pada masa tambahan waktu babak pertama.
Iklan
Getty Images Sport
Perjalanan gemilang Benzema di Arab Saudi
Kemenangan ini menandai tonggak penting dalam karier pribadi Benzema, yang terus mempertahankan rekor gemilangnya dalam meraih trofi sejak pindah ke Timur Tengah dari Real Madrid pada tahun 2023. Prestasi ini merupakan gelar besar ketiga yang diraih pemain asal Prancis tersebut di kancah sepak bola Saudi, menyusul gelar ganda Liga Pro Saudi dan Piala Raja bersama Al Ittihad pada musim 2024-25. Sejak bergabung dengan Al Hilal pada awal Februari, striker veteran ini telah membuktikan dirinya sebagai aset penting, dengan memberikan assist krusial untuk gol penentu kemenangan Hernandez di final terbaru ini.
Sejarah kepemilikan asing
Meskipun mengalami kekalahan, Al Kholood mencatat sejarah sebagai klub milik asing pertama yang berhasil mencapai final liga Saudi setelah diakuisisi oleh investor Amerika Serikat, Ben Harburg. Meskipun berada 12 peringkat di bawah Al Hilal di klasemen, tim yang kini memasuki musim keduanya di Liga Pro ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa melalui model berbasis komunitas yang nyaris mengguncang tatanan yang sudah mapan.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Al Hilal harus segera mengalihkan fokus dari perayaan mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi Derby Ibukota yang akan menentukan nasib musim ini melawan Al Nassr pada 12 Mei. Berada di posisi kedua dengan 77 poin dari 31 pertandingan, pasukan Inzaghi tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, namun yang terpenting, mereka masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit. Kekalahan dalam laga krusial ini akan secara resmi menyerahkan gelar Pro League kepada Al Nassr, sedangkan kemenangan akan memastikan nasib Al Hilal tetap berada di tangan mereka sendiri saat mereka mengejar gelar ganda domestik.