Penurunan performa ini tidaklah mengejutkan; justru lebih mirip sesuatu yang menggerogoti dari dalam tanpa suara. Tanda-tanda kebingungan awalnya hanya sekilas, lalu mulai berulang, hingga akhirnya menjadi bagian dari pemandangan yang tak lagi seperti yang biasa dilihat semua orang.
Di dalam dinding Real Madrid dan Al-Hilal, kemunduran itu tidak berisik, melainkan merayap dalam keheningan, dari hasil yang menurun, kepercayaan yang goyah, dan detail-detail kecil yang tiba-tiba berubah menjadi krisis besar, seolah-olah kedua tim berjalan di jalan yang sama tanpa menyadari ujungnya.
Baca juga.. Setelah pernyataan pedasnya.. Pemain profesional Al-Hilal terancam sanksi di fase penentuan
Baca juga.. Jurnalis Saudi: Salah sudah habis.. dan media Mesir mempromosikannya!
Situasi menjadi semakin kabur dan membingungkan bagi semua orang, terombang-ambing di antara pertanyaan-pertanyaan yang tak menemukan jawaban jelas: Apakah ini pesona yang telah kehilangan kilauannya? Atau kutukan yang menyusup tanpa peringatan? Di antara bintang-bintang yang memukau dunia dan performa yang memicu kekhawatiran, terbentuklah penderitaan bersama yang tak menghargai nama-nama besar, dan tak memuja sejarah.





