Sheffield Wednesday, klub legendaris dengan tiga gelar Piala FA, dikabarkan terancam hukuman pengurangan hingga 15 poin setelah gagal membayar gaji para pemain tepat waktu. Awal musim 2025/26 berjalan seperti mimpi buruk bagi The Owls—mereka baru meraih satu kemenangan dari delapan laga dan kini duduk di peringkat ketiga terbawah Championship.
Sheffield Wednesday terancam sanksi berat
Menurut laporan The Sub, Sheffield Wednesday diancam pengurangan 15 poin setelah menunggak pembayaran gaji pemain dalam lima dari tujuh bulan terakhir. English Football League (EFL) dapat menjatuhkan sanksi berat atas pelanggaran aturan keuangan, dan kasus ini akan segera dibawa ke komisi disiplin independen.
Iklan
Getty Images Sport
Tiga poin untuk setiap tunggakan
Pengurangan 15 poin tersebut dihitung berdasarkan skema tiga poin pemotongan untuk setiap bulan keterlambatan, total lima bulan. Namun keputusan akhir akan mengacu pada preseden kasus sebelumnya. Pada 2023, Reading hanya dikurangi satu poin karena gagal membayar gaji, sedangkan pada musim 2023/24, Wigan Athletic terkena penalti delapan poin.
Krisis Sheffield Wednesday semakin parah
The Owls menjalani start yang sangat buruk di Championship musim ini, setelah tim asuhan Henrik Pedersen itu hanya meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan. Satu-satunya kemenangan mereka terjadi saat menghadapi Portsmouth, dan kini mereka terperosok di zona degradasi.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Lima larangan transfer menjerat Sheffield Wednesday
Saat ini, Sheffield Wednesday juga tengah dikenai lima embargo transfer sehingga tidak bisa merekrut atau mendaftarkan pemain baru sampai seluruh tunggakan gaji diselesaikan. Pemilik klub, Dejphon Chansiri, disebut telah melunasi pembayaran untuk pemain junior dan staf administrasi, namun beberapa pemain tim utama masih belum menerima gaji penuh.