2020/21 menandai kembalinya mereka ke Ligue 1 dan mereka telah meningkat pesat di bawah manajer Franck Haise, sosok mastermind yang membangun tim luar biasa tanpa satu pun pemain superstar.
Setelah kembali ke Ligue 1, klub finis di posisi ketujuh di musim perdananya, dan mereplikasi kesuksesan itu di musim berikutnya. Menyudahi liga di peringkat ketujuh dua tahun secara beruntun di Ligue 1 mencuri perhatian deretan klub Eropa, karenanya klub harus merelakan kepergian figur kunci macam Cheick Doucoure ke Crystal Palace dan Jonathan Clauss ke Marseille.
Namun, kemampuan Lens beradaptasi dan menemukan pengganti yang cocok telah memastikan kesuksesan mereka berlanjut. Di bawah komando Haise, tim ini mempertahankan gaya bermainnya dan memaksimalklan potensi dari talenta yang tersedia.
Di musim yang baru saja berlalu, Lens tidak hanya menyaingi juara abadi Paris Saint-Germain, tapi juga mengamankan finis runner-up di Ligue 1 setelah kemenangan 3-0 atas Ajaccio beberapa waktu lalu. Artinya, musim depan mereka akan tampil di Liga Champions!
Para pemain seperti Seko Fofana dan Lois Openda haidr sebagai figur kunci, sementara mantan kiper Nottingham Forest Brice Samba dan Kevin Danso telah menjadi pemain penting di jantung pertahanan. Faktanya, empat pemain ini masuk dalam tim terbaik Ligue 1 2022/23.
Dan tentu saja, kampanye menakjubkan mereka tak lepas dari tangan dingin manajer Haise, yang meraih penghargaan sebagai manajer terbaik Ligue 1!
Pertahanan kuat juga jadi salah satu kunci keberhasilan mereka, dengan fakta lainnya mencatat bahwa hanya Barcelona [20] yang kebobolan lebih sedikit dibanding Lens [29] dari seluruh lima liga top Eropa di edisi 2022/23.