Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-FRA-SUPERCUP-PSG-PRESSERAFP

Diterjemahkan oleh

Raja Eropa bertahan! Luis Enrique meneken kontrak baru dengan PSG hingga 2030

  • Era baru stabilitas di Parc des Princes

    Paris Saint-Germain mengonfirmasi bahwa Enrique akan tetap menakhodai klub untuk masa mendatang, mengakhiri segala spekulasi mengenai rencana jangka panjangnya.

    Klub mengumumkan melalui kanal media sosial resminya bahwa pria Spanyol itu telah menyepakati perpanjangan kontrak yang membuatnya tetap menjadi pelatih Paris Saint-Germain hingga 2030. Langkah ini merepresentasikan perubahan strategi yang signifikan bagi raksasa Paris tersebut, yang secara historis dikenal dengan pergantian cepat di kursi pelatih, dan kini memilih membangun dinasti jangka panjang di sekitar visi taktis Enrique.

    Keputusan untuk memberi Enrique perpanjangan empat tahun merupakan hasil langsung dari kepuasan total yang dirasakan jajaran petinggi klub. Di bawah arahannya, tim telah beralih dari sekumpulan superstar individu menjadi unit yang padu, yang ditandai tekanan intensitas tinggi dan disiplin taktis. Pimpinan klub, yang dipimpin Nasser Al-Khelaifi, memandang pria Spanyol itu sebagai pilar utama proyek olahraga mereka.



  • Iklan
  • Luis Enrique 2-1Getty Images

    Raihan trofi yang belum pernah terjadi sebelumnya di ibu kota Prancis

    Sejak kedatangannya pada 2023, Enrique telah mengubah lemari trofi klub dengan laju yang mencengangkan. Dalam masa jabatannya, PSG meraih 12 trofi luar biasa hanya dalam sedikit lebih dari tiga musim, dengan koleksi itu mencakup tiga gelar Ligue 1, dua Piala Prancis, dan dua Piala Super Prancis. Dampaknya juga terasa secara global, dengan membawa klub meraih dua kemenangan di Piala Super UEFA dan Piala Interkontinental FIFA.

    Namun, permata mahkota dari pencapaiannya tetaplah terobosan klub di panggung kontinental. Pada 2025, Enrique mencapai apa yang gagal dilakukan banyak pendahulu ternama dengan membawa PSG meraih gelar Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah.

    Tidak puas dengan satu kejayaan, ia melanjutkannya dengan berhasil mempertahankan trofi tersebut pada 2026, menandai periode dominasi Eropa yang dengan tegas menegaskan PSG sebagai tim yang harus dikalahkan di benua itu.

  • Membangun proyek olahraga yang berkelanjutan

    Perpanjangan kontrak ini bukan sekadar penghargaan atas kesuksesan di masa lalu, melainkan langkah fundamental untuk masa depan. Manajemen telah menyatakan keinginan untuk menjauh dari solusi jangka pendek dan sebagai gantinya berfokus pada proyek olahraga serta visi jangka panjang yang memprioritaskan pengembangan talenta muda dan konsistensi taktik.

    Enrique memainkan peran penting dalam perubahan ini, dengan mengintegrasikan pemain-pemain muda menjanjikan ke dalam skuad tim utama dan memastikan identitas klub tetap konsisten terlepas dari perubahan personel. Kemampuannya mengelola ego-ego besar sambil mempertahankan mentalitas "tim di atas segalanya" menjadi faktor kunci dalam stabilitas klub belakangan ini.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • FBL-FRA-LIGUE1-PSG-MONACOAFP

    Enrique mendapat kendali jangka panjang di PSG

    Jaminan jangka panjang ini memungkinkan Enrique merencanakan rekrutmen dan integrasi akademi dengan horizon lima tahun, sebuah kemewahan yang jarang diberikan kepada manajer di level elite. Pengaruh pelatih asal Spanyol itu kini meluas melampaui pinggir lapangan, karena ia bekerja sama erat dengan departemen rekrutmen untuk mengidentifikasi pemain yang sesuai dengan kebutuhan teknis spesifik dalam sistemnya.

    Dengan tekanan akibat kontrak yang akan habis kini sudah hilang, Enrique sekarang bebas untuk sepenuhnya fokus pada pengembangan gaya bermain tim, memastikan inovasi taktis yang membawa mereka meraih dua trofi Eropa tetap selangkah di depan para rival mereka dalam beberapa tahun ke depan.