Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Infantino(C)Getty Images

Diterjemahkan oleh

Pukulan Baru Menghantam Jantung FIFA dan Infantino

Serikat Pemain Profesional Internasional (FIFPro) menyerang para pejabat FIFA, dengan menegaskan bahwa penarikan proyek privatisasi Piala Dunia tidak mengakhiri krisis, melainkan justru mengungkap adanya cacat mendalam dalam tata kelola.

FIFPro menjelaskan dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resminya bahwa mundurnya FIFA dari proyek tersebut adalah hal yang tak terhindarkan, tetapi hal itu tidak menghapus kenyataan bahwa federasi internasional itu telah menyusun sebuah rencana yang akan mengubah secara permanen kepemilikan dan tata kelola Piala Dunia.

Serikat itu menilai bahwa apa yang terjadi bukan sekadar kegagalan dalam tata kelola, melainkan penyalahgunaan serius terhadap wewenang presiden FIFA.

FIFPro juga mengkritik pernyataan yang dikeluarkan dari pertemuan FIFA di Rabat, dengan menilai bahwa pernyataan itu tidak menyentuh inti krisis, tetapi hanya menyederhanakannya menjadi "prosedur dan sarana komunikasi" yang perlu diperbaiki, kendati FIFA mengakui adanya sejumlah kesalahan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa penekanan FIFA bahwa seluruh prosedur telah dilakukan "sesuai dengan kerangka regulasi federasi internasional" bukanlah pembelaan terhadap institusi tersebut, melainkan justru merupakan dakwaan langsung terhadap sistem tata kelola yang berlaku saat ini, karena sistem itu memungkinkan penyusunan proyek-proyek berskala sebesar ini secara sangat rahasia dan menyembunyikannya dari pihak-pihak yang terdampak hingga akhirnya bocor.

  • InfantinoGetty Images

    FIFPro Tolak Peringatan FIFA, Serukan Reformasi

    FIFPRO juga menolak peringatan FIFA yang menyatakan bahwa mereka "tidak akan menoleransi segala bentuk serangan terhadap integritasnya", seraya menegaskan bahwa pengawasan terhadap tata kelola sepak bola bukanlah sebuah serangan, melainkan tanggung jawab yang berada di pundak semua pihak yang berkontribusi dalam melindungi permainan ini.

    FIFPRO menambahkan bahwa peninjauan internal apa pun yang menyerahkan hasilnya kepada dewan yang justru dilangkahi dalam persoalan ini, tidak dapat dianggap sebagai solusi yang nyata, sembari menuntut pelibatan para pemain, perwakilan mereka, serta para pemangku kepentingan sepak bola profesional dalam setiap proses peninjauan di masa depan.

    FIFPRO menegaskan bahwa nota kesepahaman yang ditandatanganinya bersama FIFA beberapa pekan lalu merupakan langkah positif, namun krisis proyek FFE membuktikan bahwa nota tersebut tidak cukup untuk melindungi para pemain dan permainan ini dari keputusan-keputusan sepihak.

    FIFPRO menuntut serangkaian reformasi, yang paling utama adalah pengintegrasian platform dialog sosial global sebagai bagian permanen dan mengikat dari sistem tata kelola FIFA, serta mewajibkan FIFA secara hukum untuk berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan dalam keputusan-keputusan besar, seperti jadwal pertandingan internasional dan perluasan turnamen.

    FIFPRO juga menuntut agar perwakilan sepak bola profesional diberi hak suara di dalam dewan FIFA, disertai pengakuan resmi terhadap FIFPRO sebagai perwakilan global para pemain.

    Federasi Pemain Profesional Internasional mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada manajemen FIFA yang memuat tuntutan-tuntutan tersebut, yang ditandatangani oleh presiden FIFPRO bersama para presiden seluruh federasi regional di bawahnya di Afrika, Asia, Oseania, Eropa, Amerika Selatan, serta Amerika Tengah dan Utara.

  • Iklan

    SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google