Prestianni Vinicius Junior Benfica Real MadridGetty Images

Bela Prestianni, Akun Resmi Benfica Tuduh Pemain Real Madrid Bohong Terkait Kasus Rasisme Terhadap Vinicius Junior

  • Benfica bela Prestianni

    Akun resmi Benfica di media sosial mengunggah pembelaan aneh terhadap Gianluca Presitianni terkait hinaan rasial yang diduga ia lontarkan kepada bintang Real Madrid Vinicius Junior.

    Sambil membagikan cuplikan momen ketika Vinicius mendekati wasit, Benfica menulis di media sosial: “Seperti yang terlihat pada gambar, mengingat jaraknya, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka klaim telah dengar.” Upaya membantah tudingan hanya berdasarkan posisi dan jarak ini justru memperkeruh suasana, di tengah persiapan UEFA untuk membuka investigasi penuh atas kejadian di Lisbon.

  • Iklan
  • FBL-EUR-C1-BENFICA-REAL MADRIDAFP

    Prestianni sebut Vinicius "salah paham"

    Prestianni, sosok yang berada di pusat kontroversi, menyampaikan bantahan melalui Instagram pribadinya usai laga. Pemain berusia 20 tahun itu, yang sempat menonaktifkan kolom komentar karena banjir kritik, menulis: “Saya ingin menegaskan bahwa saya sama sekali tidak melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius Junior, yang sayangnya salah paham dengan apa yang ia kira ia dengar. Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesalkan ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid.”

    Story Prestianni Vinicius JuniorInstagram

  • Vinicius Junior Real 2026getty

    Vinicius labeli Prestianni "pengecut"

    Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kesaksian sejumlah pemain Los Blancos yang berada dekat dengan insiden panas di babak kedua. Dilansir beIN Sports, Kylian Mbappe mengaku mendengar Prestianni menghina Vini dengan sebutan "monyet" hingga lima kali. Sementara gelandang Real Madrid Aurelian Tchouameni berkata kepada RFI bahwa, "Vini memberi tahu kami bahwa pria itu memanggilnya 'monyet' sambil mengangkat bajunya [untuk menutupi mulutnya]."

    Vinicius sendiri, yang mencetak gol kemenangan tim tamu beberapa waktu sebelum insiden terjadi, tetap teguh pada versinya. Lewat media sosial, ia kembali menyerukan hukuman yang lebih tegas. 

    “Pelaku rasis pada dasarnya adalah pengecut. Mereka perlu menutup mulut dengan bajunya untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” tulisnya di Instagram. “Tapi mereka mendapat perlindungan dari pihak-pihak yang seharusnya menghukum. Apa yang terjadi hari ini bukan hal baru dalam hidup saya atau tim saya. Saya bahkan mendapat kartu kuning karena merayakan gol, dan saya masih tidak mengerti alasannya. Protokol yang dijalankan juga terasa tidak efektif.”

  • Mbappe desak UEFA bertindak

    Ruang ganti Real Madrid menunjukkan solidaritas penuh terhadap rekan setimnya, dengan Mbappe menjadi sosok paling vokal dalam menyerukan sanksi berat bagi Prestianni. 

    “Kita tidak bisa menerima ada pemain di kompetisi tertinggi Eropa yang berperilaku seperti ini. Orang ini tidak pantas bermain lagi di Liga Champions,” tegas Mbappe dalam wawancara pascalaga. “Kita harus memberi contoh kepada anak-anak yang menonton dari rumah. Dunia menyaksikan, dan apa yang terjadi hari ini tidak bisa diterima.”

    Saat ditanya apakah ada permintaan maaf setelah insiden tersebut, Mbappe menjawab singkat, “Tentu saja tidak.”

  • Jose Mourinho & Vinicius Juniorgetty

    Pembelaan Mourinho dikecam

    Situasi makin rumit setelah pelatih Benfica, Jose Mourinho, menyiratkan bahwa sikap Vinicius turut memanaskan atmosfer stadion. Ketika ditanya apakah sang winger memprovokasi penonton, mantan manajer Real Madrid itu menjawab: “Ya, saya rasa begitu. Seharusnya itu menjadi momen gila dalam pertandingan, gol yang luar biasa. Sayangnya dia tidak hanya merayakan gol tersebut. Jika mencetak gol seperti itu, rayakan dengan cara yang penuh respek. Saya bilang kepadanya, kalau mencetak gol seperti itu, cukup rayakan lalu kembali.”

    Pelatih asal Portugal itu juga membela sejarah klubnya, sambil mengakui dirinya tidak ingin berpihak. 

    “Saat dia berdebat soal rasisme, saya katakan bahwa figur terbesar dalam sejarah klub ini, Eusebio, adalah orang kulit hitam. Hal terakhir yang bisa disebut dari klub ini adalah rasis. Mereka (Vinicius dan Prestianni) menyampaikan cerita yang berbeda kepada saya. Tapi saya tidak percaya sepenuhnya kepada salah satu dari mereka. Saya ingin tetap independen," imbuhnya.

    Pernyataan Mourinho segera menuai kritik, termasuk dari pandit Amazon Prime Wayne Rooney dan Clarence Seedorf. Seedorf bahkan menyebut The Special One melakukan “kesalahan besar karena terkesan menjustifikasi rasisme.”

0