Getty Images"Kau Tak Pantas Main Di Liga Champions!" - Kylian Mbappe Kutuk Pemain Benfica Gianluca Prestianni Yang Diduga Rasis Terhadap Vinicius Junior
Pemain Benfica rasis ke Vinicius, Mbappe murka
Beberapa menit setelah Vinicius Junior membawa Real Madrid unggul atas Benfica di Estadio da Luz, Rabu (18/2), pertandingan terhenti selama 11 menit setelah bintang Brasil itu melaporkan dugaan hinaan rasial yang dilakukan Gianluca Prestianni. Wasit Francois Letexier kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dan Kylian Mbappe terlihat terlibat adu argumen sengit dengan Prestianni ketika laga nyaris lepas kendali.
Dalam pernyataannya selepas pertandingan, Mbappe menegaskan bahwa hasil pertandingan menjadi tidak relevan ketika isu rasisme mencuat di panggung sebesar Liga Champions. Ia menyampaikan kepada wartawan: “Kita harus memberi contoh kepada anak-anak yang menonton dari rumah. Apa yang terjadi hari ini tidak bisa diterima karena dunia sedang menyaksikan. Ketika ada yang bersikap seperti itu (seperti Prestianni), kita wajib bersuara dan mengecamnya. Saya tidak punya masalah dengan Benfica, klubnya, para suporternya, atau pelatihnya. Tapi harus ada tindakan.”
AFPPrestianni hina Vini "monyet"
Kemarahan Mbappe terlihat jelas saat ia meminta UEFA menjatuhkan sanksi seberat mungkin. Ia menilai tindakan tersebut bukan kejadian spontan, melainkan berulang dan disengaja.
“Kita tidak bisa menerima bahwa ada pemain di kompetisi tertinggi Eropa yang bertingkah seperti ini. Orang seperti ini tidak pantas bermain di Liga Champions lagi. Itu pendapat saya. Tapi keputusan ada di tangan pihak yang berwenang. UEFA berusaha melawan rasisme dan saya rasa mereka harus bertindak atas apa yang terjadi di sini.”
Ketika ditanya apakah Prestianni menunjukkan penyesalan atau meminta maaf, Mbappe hanya tertawa singkat dan menjawab, “Tentu saja tidak.”
Ia juga mengklaim bahwa hinaan tersebut diucapkan berulang kali dan secara spesifik, bahkan menyebut Prestianni menutup mulut dengan jersey agar tak tertangkap kamera. Seperti dilaporkan beIN SPORTS, Mbappe menambahkan: “Apa yang saya lihat sangat jelas: nomor 25 lima kali mengatakan kepada Vini bahwa dia monyet. Semua orang boleh punya opini, tapi perilaku seperti ini tidak bisa diterima. Bermain di Liga Champions itu luar biasa, tapi memperlihatkan citra seperti ini sangat buruk bagi sepakbola dunia. Saya menyebutnya rasis karena saya yakin itu rasis. Dia mencoba bersembunyi di balik bajunya, tapi ekspresinya tak bisa berbohong. Orang seperti ini bukan rekan profesional. Pemain muda tidak boleh merasa bebas mengatakan hal seperti itu di lapangan. Ini masalah besar, dan kita lihat saja apa yang terjadi nanti.”
Vinicius Jr sebut pelaku rasis sebagai “Pengecut”
Vinicius Jr, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sasaran insiden serupa di Eropa, menyampaikan sikapnya melalui media sosial. Ia menegaskan kekecewaannya, bukan hanya terhadap lawan, tetapi juga terhadap sistem perlindungan yang dinilai belum efektif.
“Pada dasarnya, pelaku rasisme adalah pengecut," ucap bintang Brasil itu di media sosial. "Mereka perlu menutup mulut dengan bajunya untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka. Tapi mereka tetap mendapat perlindungan dari pihak-pihak yang seharusnya menghukum mereka. Apa yang terjadi hari ini bukan hal baru bagi saya atau keluarga saya. Saya bahkan mendapat kartu kuning karena merayakan gol, saya masih tidak mengerti alasannya. Protokol yang dijalankan juga terasa tidak efektif. Saya tidak suka berada dalam situasi seperti ini, apalagi setelah kemenangan besar ketika seharusnya sorotan tertuju pada Real Madrid. Tapi ini perlu disampaikan.”
Ruang ganti Real Madrid disebut semakin solid menghadapi situasi ini. Gelandang Aurelien Tchouameni turut membenarkan versi Mbappe dan Vinicius, menyatakan ia mendengar langsung ucapan rasial tersebut beberapa kali.
Kata Benfica & Prestianni
Menyusul hujan kecaman dari kubu Real Madrid, Prestianni, juga Benfica, bersikeras bahwa para pemain tim tamu "salah paham" dan dirinya tak bersalah. Melalui akun Instagram pribadinya, Prestianni menulis: "Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya tak pernah melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Junior, yang sayangnya salah paham dengan apa yang dia dengar."
"Saya tak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyayangkan ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid."
Pihak As Aguias mengamini komentar pemainnya, dengan menuduh bahwa tak mungkin para pemain Los Blancos mendengar apa yang dikatakan Prestianni jika melihat jarak di antara mereka. Akun resmi Benfica mengunggah video momen yang diduga sebagai aksi rasis Prestianni dengan menulis: "Seperti yang ditunjukkan gambar ini, melihat jaraknya, para pemain Real Madrid tidak mungkin bisa mendengar apa yang mereka klaim telah dengar."
Iklan



