Kekalahan Barcelona dari Paris Saint-Germain dengan skor 2-4 pada Selasa mengungkap celah di tubuh tim asuhan pelatih Flick dalam menguasai lini tengah, menghadapi tekanan, dan melindungi ruang-ruang pertahanan.
Kendati tim Catalan itu dua kali berhasil menyamakan kedudukan, mereka tidak mampu menjaga keseimbangan, sementara Paris terus memberikan ancaman hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan penuh keyakinan.
Perbedaannya terlihat jelas pada kemampuan Paris untuk segera mengambil kembali inisiatif setelah setiap gol Barcelona. Ini merupakan poin krusial dalam persaingan Liga Champions Eropa, yang diharapkan Barca untuk merebut kembali gelarnya, di mana bakat individu tidak cukup apabila keseimbangan yang melindungi tim pada momen-momen tersulit pertandingan tidak hadir, sebagaimana yang terjadi hari ini.





