Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
RCD Espanyol de Barcelona v Real Madrid - LaLiga EA Sports 2026/27Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Mourinho selamat dari pertempuran pertama: masalah lama Real Madrid kembali mengemuka

Jose Mourinho mengawali periode keduanya bersama Real Madrid dengan kemenangan telat 2-1 atas Espanyol pada hari Sabtu, namun ia belum memberikan jawaban yang dinanti para pendukung tim, setelah muncul di Stadion "RCDE" sejumlah masalah yang memengaruhi Los Blancos dalam dua musim terakhir.

Pada laga resmi pertama tim di bawah asuhan Mourinho, Real Madrid unggul lebih dulu melalui Jude Bellingham pada menit kesembilan, namun Espanyol membalas sekitar 20 menit kemudian lewat Alex Calatrava, sebelum pemain anyar Carlos Espi memastikan kemenangan dengan gol pada menit terakhir pertandingan.

  • Awal yang sempurna, lalu penderitaan Madrid pun dimulai

    Real Madrid memulai pertandingan dengan tekanan serangan yang jelas, dan hanya butuh beberapa menit untuk menerjemahkan keunggulannya menjadi gol, setelah Arda Guler mengirimkan umpan silang matang yang disambut Jude Bellingham dan dibenamkannya ke gawang pada menit kesembilan. Namun keunggulan itu tidak memberikan penguasaan yang dicari tim tersebut, karena Espanyol dengan cepat memulihkan keseimbangannya dan mulai mengancam gawang Thibaut Courtois.

    Pada menit ke-26, Courtois menyelamatkan Real Madrid dari sebuah peluang berbahaya, sebelum Alex Calatrava menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian.

    Melihat berbahayanya peluang-peluang yang tercipta, Espanyol menjadi pihak yang lebih merepotkan pada periode-periode penting di babak pertama, meski tertinggal dalam skor.

  • Iklan
  • Gol penyeimbang membongkar celah paling berbahaya

    Gol Espanyol bukan sekadar kesalahan defensif yang berdiri sendiri, melainkan kembali memunculkan pertanyaan lama seputar keseimbangan lini pertahanan. Real Madrid kehilangan sosok gelandang bertahan sejati dalam momen tersebut, yakni pemain yang mampu melakukan intervensi lebih dini untuk menghentikan serangan atau membaca umpan yang berujung pada tembakan di dalam kotak penalti. Detail-detail seperti ini menjadi semakin penting mengingat tim bergantung pada pemain-pemain yang berkarakter menyerang, sebab setiap kehilangan bola dapat meninggalkan ruang besar yang mengkhawatirkan di depan lini belakang.

    Dan jika Mourinho ingin menerapkan gaya yang lebih tegas, maka mengatasi kelemahan di area ini akan menjadi salah satu berkas paling penting untuk diperhatikan pada pertandingan-pertandingan mendatang.

    Baca juga: Dari Raul hingga Espi, skenario 1999 terulang di laga pembuka LaLiga

  • Penguasaan bola tanpa solusi, dan Mbappe menyia-nyiakan peluang berharga

    Real Madrid tampil lebih baik setelah turun minum dan mampu menguasai bola dengan lebih dominan, tetapi mereka tidak sesukses itu dalam mengubah dominasi ini menjadi peluang berbahaya. Tim terkadang tampak kekurangan ide yang dibutuhkan untuk menembus pertahanan Espanyol, sementara tuan rumah tetap mampu mengancam gawang Courtois saat melakukan serangan balik.

    Baca juga: Lebih Cepat dari Awal Perdana Mourinho, 9 Menit Cukup bagi Bellingham untuk Memulai Era Baru Madrid

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Isbi menyelamatkan Mourinho dari awal yang mengkhawatirkan

    Ketika tampak bahwa Real Madrid tengah menuju hasil imbang, solusi justru datang dari bangku cadangan. Pemain pengganti Espy memanfaatkan kekacauan pertahanan di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras pada menit ke-90, mempersembahkan kemenangan bagi timnya sekaligus membawanya meraih tiga poin pertama di era baru Mourinho.

    Gol tersebut menjadi catatan positif terkait kemampuan para pemain cadangan dalam menciptakan perbedaan, tetapi pada saat yang sama tidak menutupi kenyataan bahwa Real Madrid tidak memenangi pertandingan melalui keunggulan ofensif yang jelas. Kemenangan itu lahir dari pemanfaatan momen kekacauan di lini pertahanan Espanyol, dan bukan setelah rangkaian serangan yang tertata yang mencerminkan dominasi penuh tim ibu kota.

    Baca juga: Video: Kemunculan Regragui bersama Emir Qatar memicu tanda tanya

  • Mourinho menang, tetapi ujian sebenarnya belum dimulai

    Kemenangan tersebut memberi Mourinho awal yang sempurna dari sisi hasil, namun ia belum memberikan bukti nyata bahwa Real Madrid telah lepas dari masalah yang dialaminya dalam dua musim terakhir. Minimnya solusi menyerang, kesulitan mengontrol tempo pertandingan, dan celah-celah yang memungkinkan lawan menciptakan ancaman, semuanya muncul dengan tingkat berbeda menghadapi Espanyol.

    Di sisi lain, terlalu dini untuk mengambil kesimpulan akhir hanya dari satu pertandingan, terlebih tim ini masih berada di awal musim dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan ide-ide pelatihnya. Namun, jika detail-detail ini terulang menghadapi lawan yang lebih kuat, maka apa yang tampak di Catalonia malam ini dari sekadar catatan awal akan berubah menjadi indikasi masalah yang lebih dalam.

    Real Madrid meraih tiga poin, dan itulah hal terpenting dalam sebuah awal bagi Mourinho, tetapi level penampilan membuat pertanyaan tetap terbuka: apakah kemenangan itu hanya sekadar kemenangan sulit di awal musim, ataukah tim akan terus mengalami masalah yang sama meski sang pelatih Portugal telah kembali?

    Baca juga: Musuh Salah kembali mengetuk pintu Liga Turki