- Ratcliffe bakal pecat 200 pegawai Man United besok April
- Para staf Man United curiga Ratcliffe menyusupkan "mata-mata"
- Sosok yang dicurigai tersebut kerap terlihat bersama para petinggi
Getty Images
Getty ImagesArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Getty Kabar keberadaan mata-mata ini mencuat seiring upaya INEOS melakukan efisiensi besar-besaran di Manchester United. Mereka berencana memecat sekitar 200 karyawan pada April mendatang. Ini bukan pemecatan massal pertama yang Sir Jim Ratcliffe dan INEOS lakukan di Man Utd, setelah tahun lalu mem-PHK 250 karyawan.
Menurut laporan dari The Telegraph, sejumlah staf Man United mulai mencurigai bahwa ada satu sosok yang bertindak sebagai pengawas untuk Ratcliffe dan para petinggi. Hal ini membuat banyak staf lebih berhati-hati dalam berbicara saat berada di dekatnya.
AFPSosok yang dimaksud adalah Josh Thompson, yang kini oleh para staf The Red Devils dicap sebagai "mata dan telinga" INEOS - menurut laporan Manchester Evening News. Thompson merupakan asisten junior Ratcliffe dan berperan sebagai asisten pribadi Sir Dave Brailsford, direktur olahraga INEOS. Ia juga merupakan putra dari David Thompson, CEO INEOS Olefins & Polymers Asia, yang membuatnya dicap sebagai "nepo baby" oleh sebagian staf klub karena dugaan nepotisme.
Sejak bergabung dengan INEOS Sport sebagai project manager pada 2022, Josh Thompson kerap terlihat di pertandingan Manchester United bersama para petinggi klub, termasuk Ratcliffe dan Brailsford. Ia bahkan hadir saat Ruben Amorim diperkenalkan sebagai pelatih baru pada November 2024. Namun, meskipun ada yang mencurigainya, beberapa staf klub justru menilainya sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Getty Images SportUntuk sementara, Brailsford sendiri pindah dari Monako ke Manchester untuk lebih terlibat dalam operasional klub, termasuk mengawasi proyek renovasi Carrington senilai £50 juta. Kehadirannya di tempat latihan disebut semakin menambah ketegangan di antara para staf, terutama di tengah upaya pemangkasan anggaran dan pemecatan massal yang sedang dilakukan INEOS. Dengan kondisi ini, moral staf Manchester United dikabarkan terus menurun.