Setelah Prancis mengalahkan Maroko di perempat final Piala Dunia dengan skor 2-0, Jürgen Klopp menjadi salah satu sorotan utama di lapangan Foxborough.
Klopp saat ini bekerja sebagai analis di saluran Magenta TV, dan setelah selesai melakukan liputan, ia berhenti sejenak untuk menyapa Mbappé dengan hangat dan ramah, yang dibalas dengan sambutan yang sama oleh bintang Prancis tersebut.
"Surat Kabar AS" melaporkan bahwa Klopp menceritakan bagaimana ia mencoba meyakinkan Mbappé untuk pindah ke Liverpool, di dalam pesawat pribadi yang diterbangkan khusus untuk misi tersebut, dan ia bercanda, "Itu adalah kesepakatan termahal yang tidak pernah terwujud dalam hidupku."
Kisah ini bermula pada tahun 2017, ketika Mbappé bersiap meninggalkan Monaco untuk mencari klub besar, dan Liverpool bertekad untuk bersaing keras demi merekrutnya, sehingga manajer mereka saat itu, Klopp, dikirim untuk mencoba meyakinkan sang pemain.
Operasi tersebut dilakukan dengan sangat rahasia; sebuah pesawat pribadi lepas landas dari Blackpool ke Nice, dua kota yang jauh dari sorotan media, dan di sana Kylian—yang saat itu masih di bawah umur—menunggu bersama seluruh anggota keluarganya.
Klopp menceritakan bahwa pertemuan tersebut tidak berlangsung di tempat yang tenang di darat seperti yang mungkin diduga sebagian orang, melainkan sepenuhnya berlangsung selama penerbangan.
“Kami terbang berputar-putar di atas awan, dan menikmati hidangan lezat. Kami tidak bisa membiarkan siapa pun melihat kami,” kata Klopp.
Pada akhirnya, Mbappé tidak memilih Liverpool, melainkan lebih memilih pindah ke Paris Saint-Germain.
Klopp mengakhiri ceritanya tanpa rasa kecewa, dengan mengatakan, “Itu luar biasa, tapi dia akhirnya berakhir di Paris.”


