Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Cm grafica Alajbegovic Juventus Inside 16 9Getty Images
Diterjemahkan oleh

Juventus, begini caramu kehilangan Alajbegovic: dia masih bisa berkembang, sementara yang lain tidak lagi

Hasil imbang 2-2 melawan Rennes di Liga Europa tidak memperparah krisis Juventus, tetapi juga tidak menyelesaikannya. Terlepas dari gol yang berpotensi mengubah skor menjadi 3-2 tetapi dianulir lewat keputusan yang diperdebatkan, serta respons positif setelah tertinggal, tim asuhan Luciano Spalletti juga menunjukkan banyak kelemahan dari segi mentalitas, taktik, dan teknik. Posisi Juventus di klasemen Liga Europa tetap baik. Mereka berada di delapan besar dalam upaya lolos langsung ke babak 16 besar tanpa melalui playoff. Situasi ini lebih baik dibandingkan di liga, tempat Juventus masih tertahan di posisi kedelapan.


Di luar poin dan posisi klasemen, laga Juventus melawan Rennes mengungkap banyak hal tentang tim, pelatih, dan para pemain. Luciano Spalletti telah mencoba segala cara dari sisi taktik, dengan kerap mengubah formasi, bahkan saat pertandingan berlangsung, demi menemukan skema yang paling cocok bagi para pemain yang tersedia. Dari sisi individu, pertandingan pada Kamis malam itu, ditambah kekalahan dari Lazio di liga, memberikan banyak petunjuk.


  • YANG TAK PUNYA RUANG UNTUK BERKEMBANG

    Kesannya, banyak pemain di skuad Juventus yang tidak punya banyak ruang untuk berkembang. Meski mengalami pasang surut dengan kadar yang berbeda-beda, di antara para pemain Juventus ada pemain yang performanya pada dasarnya tetap sama di bawah Thiago Motta, Igor Tudor, maupun Spalletti. Sebut saja Bremer, Gatti, Cambiaso, Douglas Luiz, McKennie, Kalulu, dan Nico Gonzalez, serta Locatelli dan Thuram yang cedera. Mereka adalah pemain yang sudah matang, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing: apakah mereka benar-benar bisa berkembang pesat bersama pelatih lain (Conte, Inzaghi)? Bisakah mereka mengalami perubahan besar? Wajar jika ada keraguan.


  • Mengandalkan Mereka yang Bisa Berkembang

    Sebaliknya, Juventus harus dan bisa mengembangkan para pemain yang baru datang dan, terutama, para pemain yang lebih muda. Merekalah yang bisa dan harus menemukan identitas serta level mereka sendiri. Merekalah yang masih punya ruang untuk berkembang, bahkan sangat besar dalam beberapa kasus. Sebut saja Woltemade (meski statusnya sebagai pemain pinjaman tanpa opsi pembelian menjadi kendala, sehingga ia sulit dibayangkan sebagai bagian dari sebuah proyek), tetapi terutama, tentu saja, Yildiz saat ia kembali dari cedera dan, saat ini, Alajbegovic.

  • KASUS ALAJBEGOVIC

    Hari ini, kami ingin menyoroti pemain Bosnia kelahiran 2007 itu. Mantan pemain Salzburg tersebut mengawali musim dengan baik, menunjukkan teknik dan potensi besarnya, seperti yang juga terlihat saat ia membela tim nasionalnya, tetapi penampilan-penampilan terakhirnya menunjukkan hal sebaliknya. Alajbegovic tentu juga punya andil, tetapi ada kekhawatiran bahwa kondisi tim yang tidak stabil, perubahan formasi (terutama 3-5-2, yang tidak cocok untuknya), ketidakpastian mengenai masa depan pelatih, serta kesulitan yang dialami para pemain lebih senior, yang semestinya membimbing skuad, kini berdampak negatif pada proses adaptasi pemain bernomor punggung 17 itu. Juventus harus berusaha menghindari kemungkinan tersebut dengan segala cara.


    Dengan kata lain, lebih baik memberi lebih banyak kesempatan bermain kepada pemain berusia 19 tahun yang berpotensi menjadi bintang, meski harus mengambil risiko ia melakukan kesalahan karena kurang pengalaman, daripada kepada pemain yang keterbatasannya (banyak) dan kualitasnya (sedikit) sudah jelas dan tak terbantahkan.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
Pertandingan berikutnya