Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
CM grafica Juventus Inside Woltemade Kolo MuaniGetty Images
Diterjemahkan oleh

Hanya Yildiz dan bursa transfer yang bisa "menyelamatkan" Juventus dari Kolo Muani, Woltemade, dan formasi 3-5-2

Satu gol dan satu assist dari keduanya dalam delapan pekan Serie A. Itulah catatan sejauh ini dari duet Randal Kolo Muani dan Nick Woltemade, dua penyerang tengah Juventus. Gol dan assist tersebut dicatatkan oleh pemain asal Prancis itu, sementara pemain asal Jerman tersebut masih belum mencatatkan gol maupun assist. Kiprah mereka lebih baik di Liga Europa, dengan keduanya mencatatkan angka yang bagus: dua gol dan satu assist untuk Kolo Muani, serta tiga gol dan satu assist untuk Woltemade.


Kesulitan kedua penyerang mencetak gol di liga membuat Spalletti memilih formasi 3-5-2, yang memang cocok untuk duet penyerang karena mereka menjadi tidak terlalu terisolasi dan tidak terlalu dikepung bek lawan. Saat dimainkan bersama, Kolo Muani dan Woltemade memang tampil lebih baik, meski sejauh ini, setidaknya di liga, hasilnya belum terlihat dalam urusan mencetak gol.

  • Meski sudah jelas bahwa 3-5-2 adalah formasi yang cocok untuk Kolo Muani dan Woltemade, pertanyaan untuk kelanjutan musim ini adalah hal lain: apakah 3-5-2 juga mampu memaksimalkan pemain lain dalam skuad Juventus? Melihat banyaknya penyerang sayap Juventus, tampaknya tidak. Tidak diragukan lagi, Conceicao, Boga, Zhegrova, Alajbegovic, Nico Gonzalez, dan Yildiz bisa menjadi korban formasi ini dalam jangka panjang, karena mereka kesulitan atau akan kesulitan menemukan posisi yang cocok di dalamnya. Jika pemain yang absen karena cedera dikesampingkan, Alajbegovic saat ini menjadi pemain yang paling dirugikan oleh perubahan taktik terbaru Spalletti.


    Untuk beberapa bulan ke depan, ada dua solusi. Yang pertama adalah kembalinya Yildiz, pemain terbaik di tim. Mencadangkan Alajebegovic, yang baru bergabung dan masih harus memperjuangkan tempat dalam hierarki tim, adalah satu hal. Mencadangkan pemain bernomor punggung 10 itu adalah hal lain. Tidak diragukan lagi, kembalinya Yildiz dari cedera akan mengharuskan Spalletti meninjau ulang susunan taktiknya saat ini. Solusi kedua bisa datang dari bursa transfer dan karena itu bergantung pada pihak klub: kedatangan seorang penyerang tengah baru yang benar-benar mampu mencetak banyak gol bisa membuat Spalletti akhirnya kembali menggunakan 4-2-3-1 atau 4-3-3.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
Pertandingan berikutnya