Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-ENG-PR-NEWCASTLE-BRENTFORDAFP
Diterjemahkan oleh

Guimaraes Mengubah Hitung-hitungan Arteta: Siapa yang Menanggung Beban Transfer 75 Juta Pound?

Arsenal berharap pemain asal Brasil, Bruno Guimaraes, yang didatangkan dari Newcastle United dengan mahar 75 juta pound sterling, menjadi sosok yang mampu mengubah bentuk lini tengah tim secara keseluruhan.

Pemain berusia 28 tahun itu tiba di Stadion Emirates dengan kemampuan langka dalam memadukan kekuatan fisik dan kualitas teknis, serta kesanggupan menjalankan peran sebagai gelandang jangkar maupun gelandang serang. Ia juga memiliki solusi-solusi ofensif yang bisa memberi Mikel Arteta opsi-opsi baru yang sebelumnya tidak tersedia baginya.

Namun, kedatangan Guimaraes pada saat yang sama membuka sederet pertanyaan di lini tengah Arsenal, mengingat keberadaan Declan Rice, Martin Zubimendi, Martin Odegaard, Mikel Merino, dan Myles Lewis-Skelly. Hal ini membuat pelatih asal Spanyol itu dihadapkan pada tugas untuk mendistribusikan ulang peran dan ruang.

  • Satu pemain, lebih dari satu peran

    Salah satu kekuatan paling menonjol dari Guimaraes terletak pada kemampuannya untuk bermain di lebih dari satu posisi di lini tengah.

    Pemain asal Brasil itu mampu menjalankan peran gelandang jangkar "nomor 6", sekaligus bisa maju ke posisi gelandang "nomor 8", peran yang secara pribadi ia sukai.

    Guimaraes berkata dalam pernyataan sebelumnya: "Jika Anda bertanya kepada saya, saya akan mengatakan bahwa saya lebih suka bermain di posisi nomor 8, tetapi peran saya di posisi nomor 6 memang persis seperti yang dibutuhkan tim. Saya bisa bermain di kedua posisi, dan yang terpenting bagi saya adalah bermain dan membantu tim".

    Dan memang, Guimaraes terpaksa mengisi posisi jangkar di Newcastle, sebelum ia berpindah ke peran yang ia sukai setelah Sandro Tonali mengambil alih tugas sebagai gelandang bertahan.

    Fleksibilitas ini tampak ideal bagi Arteta, yang menaruh perhatian besar pada pemain-pemain yang mampu mengubah posisi mereka dan beradaptasi dengan tuntutan pertandingan.

  • "Sang Petarung" yang Piawai Meracik Serangan

    Meski menyebut dirinya sebagai "petarung", Guimaraes bukanlah pemain yang hanya mengandalkan kekuatan dan duel fisik.

    Pemain internasional Brasil ini memiliki ketenangan di bawah tekanan, kemampuan menjaga penguasaan bola, dan memecah lini lawan melalui umpan, di samping kontribusinya dalam menciptakan dan mencetak gol.

    Sepanjang kariernya bersama Newcastle di Liga Primer Inggris, Guimaraes mencetak 30 gol dan memberikan 25 assist dalam 153 pertandingan, angka-angka yang menegaskan bahwa ia mampu memberikan Arsenal tambahan daya serang dari lini dalam.

    Ia juga mencetak 4 gol dan membukukan 5 assist dalam satu musim meskipun bermain terutama di posisi gelandang jangkar, sebelum produktivitasnya meningkat menjadi 7 gol dan 8 assist pada musim berikutnya.

    Dan di sinilah letak salah satu keunggulan terpenting dari transfer ini bagi Arteta: Guimaraes bisa memulai pertandingan sebagai gelandang bertahan, tetapi pada saat yang sama mampu bertransformasi menjadi elemen tambahan di sepertiga akhir lapangan.

  • Rice: Partner yang Ideal?

    Salah satu skenario yang mungkin ditempuh Arteta adalah mengandalkan Guimaraes dan Declan Rice dalam duet lini tengah, sebuah formula yang memberikan pelatih asal Spanyol itu kekuatan, energi, dan fleksibilitas dalam kadar yang besar.

    Rice terbiasa sepanjang musim lalu bermain di posisi gelandang kiri, sementara Zubimendi mengemban peran sebagai jangkar, sebelum pemain timnas Inggris itu kembali ke kedalaman lapangan dan bermain dalam duet lini tengah bersama Lewis-Skelly.

    Rice, sama seperti Guimaraes, memiliki kemampuan untuk menutup area luas di lapangan, dengan kedisiplinan taktis serta kemampuan untuk beralih dari bertahan menyerang.

    Jika duet ini yang diandalkan, Arteta akan mendapatkan keleluasaan lebih besar untuk memasang Martin Odegaard atau Eberechi Eze di posisi playmaker, dengan kemungkinan menggunakan Rice atau Guimaraes dalam peran yang lebih menyerang sesuai jalannya pertandingan.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Guimarães mungkin tidak kalah kreatif dibanding Odegaard

    Yang menarik dari transfer Guimaraes adalah bahwa ia tak hanya memberikan Arsenal kekuatan fisik, tetapi juga memiliki angka-angka yang menegaskan kemampuannya membangun serangan dari lini tengah.

    Sepanjang musim lalu, pemain asal Brasil itu mencatatkan 8,6 umpan penembus garis pertahanan per 90 menit, sebuah angka yang jelas mengungguli Rice dan Zubimendi, serta mendekati rata-rata yang diraih Odegaard, menurut statistik jaringan "Sky Sports".

    Selain itu, persentase umpan ke depannya nyaris serupa dengan kapten Arsenal, bahkan mengunggulinya dalam akurasi umpan ke depan.

    Dengan demikian, absennya Odegaard karena alasan apa pun tidak selalu berarti Arsenal kehilangan salah satu sumber pembangunan serangan dari kedalaman, sebab Guimaraes dapat menjalankan sebagian dari peran tersebut.

  • Bagaimana dengan Zubimendi?

    Kedatangan Guimaraes tidak serta-merta berarti Zubimendi bakal tersingkir dari perhitungan Arteta, tetapi hal itu membuka pintu bagi penyesuaian yang jelas dalam cara memakainya.

    Pemain asal Spanyol itu menjadi elemen utama di posisi nomor 6 sepanjang musim lalu, dan mencetak 5 gol di Liga Inggris meski posisinya bersifat defensif.

    Apabila Arteta ingin memberikan prioritas pada dominasi fisik, ia bisa memadukan Guimaraes, Zubimendi, dan Rice dalam lini tengah trio yang sangat kuat, meskipun hal itu harus mengorbankan kehadiran pemain yang lebih kreatif di posisi lebih ke depan.

    Namun jika pelatih asal Spanyol itu ingin memberikan lebih banyak solusi menyerang bagi timnya, ia bisa mendorong Guimaraes ke posisi nomor 8, sembari menempatkan Zubimendi di belakangnya dan Rice di sisi lain.

  • Lewis-Skelly Menghadapi Persaingan Baru

    Salah satu pemain yang paling mungkin terdampak oleh kedatangan Guimaraes adalah Myles Lewis-Skelly.

    Pemain muda tersebut mengakhiri musim lalu sebagai salah satu pilihan utama Arteta di lini tengah, bahkan ia mendapatkan peluang-peluang penting setelah pindah ke posisi ini.

    Namun, kehadiran Guimaraes meningkatkan level persaingan secara signifikan, terutama karena pemain asal Brasil itu tidak datang ke Arsenal hanya untuk menjadi pilihan cadangan.

    Meski demikian, padatnya jadwal pertandingan Arsenal bisa memberikan banyak peluang kepada Lewis-Skelly.

    Tim ini memainkan 63 pertandingan pada musim lalu, dan akan kembali menjalani berbagai kompetisi di beragam ajang, yang berarti Arteta akan membutuhkan rotasi pemainnya secara terus-menerus, terutama dengan adanya kemungkinan cedera, hukuman larangan bermain, dan penurunan kondisi fisik.

  • Transfer untuk Meringankan Beban atau Membangun Ulang Lini Tengah?

    Salah satu alasan yang menjelaskan langkah Arsenal untuk mendapatkan Guimaraes adalah kebutuhan tim untuk mendistribusikan beban permainan dengan lebih baik.

    Sepanjang musim lalu, Arteta sangat bergantung pada Rice dan Zubimendi, yang masing-masing melampaui angka 4.000 menit bermain.

    Cedera yang dialami Odegaard, Merino, dan Kai Havertz menjadi salah satu penyebab meningkatnya ketergantungan pada duet tersebut, di samping ketidakpuasan Arteta secara penuh terhadap sejumlah alternatif.

    Dengan kepergian Christian Norgaard ke Everton, tersedia ruang tambahan dalam skuad tim, namun kedatangan Guimaraes pada saat yang sama kembali memunculkan persoalan kepadatan di lini tengah.

    Ethan Nwaneri telah kembali dari masa peminjaman, begitu pula Fabio Vieira, sementara Lewis-Skelly terus bersaing untuk memperebutkan tempatnya.

  • Guimaraes bukan transfer pinggiran

    Pada akhirnya, kedatangan Guimaraes tidak bisa dianggap sekadar tambahan pelapis bagi bangku cadangan Arsenal.

    Newcastle menaksir nilai sang kapten mereka sekitar 80 juta pound sterling, dan Arsenal membayar 75 juta untuk mendapatkan jasa pemain yang memadukan kekuatan, keterampilan, pengalaman, serta fleksibilitas taktis.

    Yang lebih penting, Guimaraes bergabung dengan tim yang sudah memiliki sejumlah besar pemain tengah, yang berarti Arteta tidak memiliki keleluasaan untuk memainkan semuanya dengan cara yang sama.