Terakhir kali City menang di Anfield dengan kehadiran penonton, Maine Road masih menjadi markas mereka, Kevin Keegan duduk di kursi manajer, dan Peter Schmeichel masih berdiri di bawah mistar. Anfield adalah satu-satunya stadion yang memberikan rapor lebih buruk bagi Pep Guardiola ketimbang Tottenham Hotspur Stadium. Jika rumor bahwa ini adalah musim terakhir Pep di City benar adanya, maka ini bisa jadi kunjungan terakhir sang pelatih ke stadion legendaris tersebut.
Jika memang begitu, Guardiola tidak mungkin mengharapkan "babak penutup" yang lebih manis. City tampil jauh lebih dominan dibanding kunjungan-kunjungan sebelumnya ke sisi merah Merseyside. Namun, setelah menguasai babak pertama, tim tamu sempat kehilangan kendali saat The Reds bangkit dan berbalik unggul lewat tendangan bebas roket Dominik Szoboszlai.
Ini sempat terlihat seperti pola lama: City yang melempem di babak kedua, membuat harapan gelar juara mereka perlahan memudar. Namun, berkat kepemimpinan Bernardo Silva yang pantang menyerah—yang mencetak gol penyeimbang di menit ke-82—City melakukan gempuran hebat di akhir laga. Kemenangan mereka terkunci lewat penalti Haaland dan diselamatkan oleh aksi heroik Gianluigi Donnarumma di bawah mistar. Jangan lupakan juga drama di menit berdarah saat gol Rayan Cherki dari garis tengah dianulir, yang disusul kartu merah untuk Szoboszlai.
Guardiola sempat diejek fans Liverpool dalam kunjungan terakhirnya ke Anfield, sampai ia harus mengangkat enam jari untuk mengingatkan para pengritiknya jumlah gelar Liga Primer yang sudah ia koleksi. Kali ini, ia benar-benar tertawa paling akhir. Begitu juga Haaland, yang akhirnya mencetak gol perdana di Anfield dalam balutan jersei City. Di hari yang penuh sejarah bagi City ini, mereka juga sukses menyapu bersih kemenangan kandang-tandang (melakukan double) atas Liverpool di liga untuk pertama kalinya sejak 1937.
Bagi Liverpool, meski mereka mungkin sudah lupa rasanya kalah dari City di rumah sendiri (selain di musim tanpa penonton era pandemi), kekalahan ini terasa seperti deja-vu yang pahit. Ini adalah keempat kalinya musim ini pasukan Arne Slot kebobolan gol kemenangan di menit ke-90—rekor terbanyak bersama oleh sebuah tim dalam satu musim Liga Primer. Hasil ini membuat The Reds harus segera berbenah jika tak ingin terlempar ke Liga Europa musim depan.
GOAL merangkum para pemenang dan pecundang dari laga panas di Anfield...






