Robert Lewandowski juga menjadi salah satu nama yang santer dikaitkan dengan kepindahan ke Arab Saudi, tepatnya ke Al Ittihad, di tengah kepergiannya dari Barcelona. Bahkan sejumlah laporan mengungkap adanya tawaran yang sangat besar yang diajukan kepada sang pemain sebelum ia memutuskan untuk tidak menerimanya dan melanjutkan jalur yang berbeda.
Nama Virgil van Dijk juga muncul di antara rumor yang terkait dengan klub-klub Arab Saudi untuk memperkuat lini pertahanan, di saat nama Son Heung-min disebut-sebut sebagai opsi potensial bagi Al Ittihad, di samping rumor lain mengenai kiper-kiper papan atas seperti Alisson Becker dan Ederson.
Seluruh nama ini mengungkap sesuatu yang penting tentang bursa transfer Roshn pada 2026: Liga Saudi tidak lagi sekadar menjadi tujuan bagi para pemain besar di penghujung karier mereka, melainkan telah hadir dalam berbagai diskusi yang berkaitan dengan bintang-bintang terkemuka dunia, bahkan ketika negosiasi tidak rampung.
Yang menarik, sebagian dari rumor ini berakhir dengan transfer nyata, sebagian berubah menjadi target yang tidak terealisasi, sementara nama-nama lain tetap sekadar perbincangan pasar. Namun dampaknya sama: membuat Liga Roshn hadir setiap hari di pasar transfer dunia.
Pada akhirnya, mungkin keuntungan terbesar dari rumor-rumor ini adalah bahwa hal itu mengungkap luasnya batas ambisi di dalam sepak bola Arab Saudi. Salah, Kane, Osimhen, Vinicius, Bruno, De Bruyne, Lewandowski, dan Van Dijk.. sekadar dikaitkannya nama-nama ini dengan klub-klub Roshn saja sudah cukup untuk menciptakan bursa transfer yang membara.
Dan di antara rumor dan transfer, klub-klub Arab Saudi benar-benar berhasil mewujudkan sebagian dari mimpi mereka, sementara mimpi-mimpi lainnya tertunda hingga bursa transfer berikutnya. Jika inilah batas rumor pada 2026, maka pertanyaan sesungguhnya kini adalah: siapakah nama kelas dunia yang akan berubah dari sekadar berita yang beredar menjadi transfer yang mengguncang Liga Roshn pada bursa transfer mendatang?