Setelah bertahun-tahun menikmati stabilitas serta dominasi di tingkat domestik dan benua di bawah kepemimpinan Pep Guardiola, Manchester City memulai babak baru dalam sejarahnya, yang dipimpin oleh Enzo Maresca. Keputusan ini tidak terlalu mengejutkan di dalam lingkaran internal Etihad Stadium, namun justru menimbulkan banyak pertanyaan di luarnya, karena menggantikan pelatih yang telah mengubah wajah klub dan meraih 20 gelar selama satu dekade bukanlah tugas biasa, melainkan salah satu pekerjaan tersulit di dunia sepak bola.
Meskipun Maresca baru memulai karier kepelatihannya sebagai manajer teknis beberapa tahun yang lalu, kemajuan pesatnya dan kepercayaan manajemen Manchester City terhadap kemampuannya membuat namanya unggul dibandingkan banyak pelatih berpengalaman. Tampaknya klub ini tidak sekadar mencari pelatih baru, melainkan lebih kepada kelanjutan identitas yang telah menciptakan salah satu era tersukses dalam sejarah tim.
Pelatih asal Italia ini kembali ke klub yang sangat ia kenal, setelah sebelumnya pernah bekerja di akademi Manchester City, lalu menjadi bagian dari staf teknis Guardiola selama musim bersejarah yang menandai pencapaian treble, sebelum menjalani dua pengalaman sukses bersama Leicester City dan Chelsea, di mana ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar murid yang cerdas, melainkan pelatih yang memiliki kepribadian dan pemikiran mandiri.
Namun, pertanyaan utamanya tetap: mengapa justru dia yang terpilih? Dan apa yang bisa diharapkan oleh para penggemar Manchester City dari pelatih asal Italia berusia 46 tahun ini?








