Wolverhampton Wanderers v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

Kisah Bernardo Silva: Dari 'Badut' Skuad Menjadi Kapten Pilihan Guardiola Di Manchester City

Sebuah babak baru kepemimpinan telah dimulai di Manchester City. Gelandang asal Portugal Bernardo Silva secara resmi ditunjuk oleh Pep Guardiola untuk mengemban tugas sebagai kapten utama klub sejak musim panas, sebuah tanggung jawab besar di tengah periode transisi yang sedang dialami oleh sang juara bertahan.

Penunjukan ini terasa begitu spesial karena seolah menjadi pemenuhan atas sebuah "ramalan" yang pernah diucapkan oleh legenda besar klub, Vincent Kompany. Bertahun-tahun yang lalu, Kompany melihat adanya potensi pemimpin yang luar biasa di dalam diri Silva, meskipun saat itu ia juga dengan jenaka menyebutnya sebagai "badut".

Kini, transformasi itu sempurna. Silva, yang dulunya dikenal sebagai sumber kejahilan dan tawa di ruang ganti, telah berevolusi menjadi seorang figur senior yang paling vokal. Ia bahkan secara terbuka menyatakan misinya untuk mengembalikan standar tinggi yang menurutnya sempat menurun di dalam skuad.

Bagaimana kisah evolusi Silva yang semula dikenal sebagai badut hingga menjadi pemimpin, tanggung jawab barunya sebagai kapten, dukungan penuh yang ia dapatkan dari Pep Guardiola, serta tantangan berat yang langsung menantinya di depan mata?

  • Manchester City v Leicester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Ramalan Kompany: Transformasi dari 'Badut' Menjadi Kapten

    Kisah kepemimpinan Silva di City tidak bisa dilepaskan dari sebuah ramalan ikonik yang pernah dilontarkan oleh kapten legendaris mereka, Kompany, pada 2017. Saat itu, Kompany dengan jeli melihat adanya dua sisi yang kontras dalam diri gelandang muda asal Portugal tersebut.

    Dalam sebuah wawancara, Kompany dengan cerdik berkata: "Saya sering bilang Anda itu 50 persen badut, 50 persen pemimpin. Ketika dia menjadi 25 persen badut dan 75 persen pemimpin, dia akan menjadi kapten tim ini." Prediksi yang pada saat itu terdengar seperti lelucon, kini telah menjadi kenyataan.

    Di awal kariernya bersama City, Silva memang sangat terkenal sebagai sosok yang paling jahil dan menjadi pelawak utama di ruang ganti. Sederet video kejahilannya terhadap rekan-rekan setimnya seringkali menjadi viral dan menunjukkan sisi humorisnya yang sangat kental.

    Namun, seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan meningkatnya senioritas, ia secara bertahap menunjukkan sisi kepemimpinannya. Penunjukannya sebagai kapten oleh Pep Guardiola — yang bahkan sampai melanggar tradisi voting pemain — menjadi puncak dari evolusi karakternya, dari seorang joker menjadi pemimpin utama di lapangan.

  • Iklan
  • Arsenal v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Misi Sang Kapten Baru: Kembalikan Standar & Profesionalisme

    Dengan ban kapten yang kini melingkar di lengannya, Silva langsung menetapkan misinya. Ia secara terbuka mengakui bahwa salah satu tugas utamanya adalah untuk mengembalikan standar profesionalisme dan chemistry di dalam skuad yang menurutnya sempat menurun drastis pada musim lalu.

    Silva merujuk pada periode buruk yang dialami City pada musim dingin lalu, di mana ia merasa beberapa pemain "sudah tidak peduli" saat tim sedang mengalami rentetan hasil negatif. Sebagai kapten, ia bertekad untuk memastikan mentalitas seperti itu tidak akan pernah terulang lagi di bawah kepemimpinannya.

    "Pekerjaan saya sekarang adalah mencoba menciptakan energi itu, mengembalikan chemistry itu sebagai kelompok kapten," kata Silva. Ia secara spesifik menyebut dirinya, Ruben Dias, Rodri, dan Erling Haaland sebagai grup pemimpin baru yang kini memegang tanggung jawab tersebut.

    Ia pun tak segan untuk bersikap lebih tegas. Tugasnya kini adalah memastikan semua pemain "berperilaku dengan benar dalam latihan dan pertandingan, datang tepat waktu, berlatih dengan baik, dan menjaga diri mereka sendiri." Era Bernardo sebagai "badut" telah usai; kini ia adalah sang penegak disiplin.

  • Wolverhampton Wanderers v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Dukungan Penuh dari Guardiola & Isu Kontrak

    Keputusan untuk menunjuk Silva sebagai kapten mendapat dukungan seratus persen dari sang manajer, Guardiola, yang bahkan rela melanggar aturannya sendiri dengan tidak menggelar voting pemain, sebuah tradisi yang biasanya ia lakukan. Hal ini menunjukkan betapa besar keyakinannya pada Silva.

    Guardiola tidak tanggung-tanggung dalam melontarkan pujian setinggi langit untuk kapten barunya tersebut. "Dia tidak bisa melakukan yang lebih baik lagi sebagai seorang kapten," ujar Guardiola. "Anda tahu, Bernardo adalah salah satu pemain terbaik yang pernah saya latih. Merupakan sebuah kemewahan bagi saya (untuk melatihnya)."

    Dukungan penuh ini datang di tengah situasi kontrak Silva yang masih belum menemui kejelasan. Pemain asal Portugal ini santer dikabarkan akan meninggalkan Etihad Stadium saat kontraknya berakhir pada musim panas mendatang, yang berarti masa jabatannya sebagai kapten berpotensi hanya akan berlangsung selama satu musim.

    Meski demikian, Guardiola sama sekali tidak meragukan komitmen jangka pendek dari Silva. Ia bahkan dengan percaya diri menyatakan siap "menelan kata-katanya sendiri" jika City gagal meraih kesuksesan di bawah kepemimpinan kapten barunya pada musim ini.

  • Manchester City v Burnley - Premier LeagueGetty Images Sport

    Tantangan di Depan Mata: Badai Cedera Mengintai

    Tugas pertama Silva sebagai kapten tidak akan berjalan mudah. Pasalnya, City saat ini sedang dihadapkan pada tantangan badai cedera yang mengganggu keseimbangan tim, terutama di sektor lini tengah yang menjadi jantung permainan mereka.

    Salah satu pemain kunci dan juga anggota grup pemimpin, Rodri, masih dalam proses pemulihan dan belum dianggap siap untuk bermain tiga kali dalam seminggu. Guardiola mengakui bahwa gelandang asal Spanyol itu mengalami "rasa nyeri di lututnya" setelah menjalani jadwal padat melawan Manchester United, Napoli, dan Arsenal.

    "Perasaan saya saat ini adalah dia belum siap karena dia butuh waktu," kata Guardiola mengenai kondisi Rodri, yang juga baru pulih dari cedera ACL. "Tipe cedera seperti ini minimal butuh satu tahun. Kita harus bersabar. Dia yang menentukan (kapan siap bermain)."

    Selain Rodri, talenta muda asal Prancis, Rayan Cherki, juga masih dalam proses pemulihan dari cedera paha. Meski ia sudah kembali berlatih, Guardiola menegaskan tidak akan mengambil risiko untuk menurunkannya sebelum jeda internasional, yang berarti Silva harus memimpin tim dengan skuad yang tidak utuh.

  • Nottingham Forest v AS Monaco - Pre-Season FriendlyGetty Images Sport

    Konteks Skuad: Transisi & Penantian Debut Pogba

    Penunjukan Silva sebagai kapten baru terjadi di tengah periode transisi yang signifikan bagi skuad City. Kepergian dua figur yang sangat senior, Kyle Walker dan Kevin De Bruyne, pada bursa transfer musim panas lalu telah menciptakan kekosongan kepemimpinan yang besar.

    Silva sendiri mengakui adanya perubahan besar di dalam tim. "Realitasnya adalah banyak hal telah berubah dalam enam bulan terakhir," katanya. Namun, ia tetap optimistis bahwa para pemain yang ada saat ini memiliki potensi untuk membawa City kembali ke level tertinggi.

    Di sisi lain, laga reuni Bernardo Silva di kandang AS Monaco pada Kamis (2/10) dini hari WIB juga diwarnai oleh sebuah subplot menarik dari kubu lawan. Mantan gelandang Manchester United yang kini membela Monaco, Paul Pogba, masih harus menunda debutnya untuk klub barunya tersebut.

    Pogba, yang baru saja menyelesaikan masa skorsing selama 18 bulan akibat kasus doping, dilaporkan masih belum merasa dirinya cukup bugar untuk kembali bertanding. Penantian akan debutnya ini menjadi salah satu cerita tambahan yang mewarnai laga emosional bagi sang kapten baru City.

0