Krisis ini bermula setelah sang pemain memutuskan untuk membatalkan kontraknya dengan Al-Hilal selama bursa transfer musim dingin lalu, dan bergabung dengan Al-Nassr, di mana ia langsung memulai kariernya di sana, hanya 48 jam setelah didaftarkan.
Hal ini tidak luput dari perhatian Al-Hilal, yang mengajukan keluhan resmi ke Komite Profesional karena meragukan proses pendaftaran dan pemutusan kontrak tersebut, serta menuntut agar pemain tersebut dihukum dan diskors.
Baca juga.. Setelah penampilannya yang gemilang bersama Barcelona.. Seorang dokter Saudi mengungkap rahasia di balik penurunan performa Cancelo di Al-Hilal
Baca juga.. Demi Benzema.. "Klausul rahasia" dalam kontrak Conceição membongkar rahasia Al-Ittihad Jeddah
Hal ini menyebabkan Komite Profesional mengeluarkan keputusan resmi pada Sabtu malam, di mana mereka mengumumkan penerimaan pengaduan secara formal namun menolaknya secara substansial.
Hal ini terjadi di tengah belum adanya keputusan final dari pihak berwenang mengenai keabsahan pemutusan kontrak yang mengikat Al-Hamdan dengan Al-Hilal sebelum ia pindah ke barisan Al-Nassr, yang membuat pertimbangan atas pengaduan tersebut masih prematur.
Namun, pada saat yang sama, Komite menegaskan bahwa keputusan ini tidak sepenuhnya menutup pintu bagi klub, karena keputusan tersebut dapat diajukan banding ke Pusat Arbitrase Olahraga Saudi, sesuai dengan prosedur yang berlaku, yang memungkinkan sengketa hukum berlanjut jika Al-Hilal ingin melanjutkan kasusnya ke tingkat arbitrase.