Kebencian Yaya Toure pada Pep Guardiola memang bukan cerita baru, sebagaimana hal itulah yang membuat legenda Manchester City ini memutuskan tinggalkan Barcelona pada 2010 silam.
Keduanya sempat akur, ketika Pep hijrah ke City pada musim panas 2016 lalu. Bahkan tidak ada tanda-tanda kembalinya perpecahan di antara mereka, dalam laga perpisahan Toure dengan City di pengujung kampanye 2017/18 lalu.
Namun dalam wawancara terbarunya, dengan panjang lebar gelandang 35 tahun itu kembali mengungkap kekesalannya pada juru taktik asal Spanyol tersebut.

"Saya ingin menjadi orang yang mampu memecah mitos Guardiola," buka Toure, dalam wawancara eksklusifnya dengan France Football.
"Saya mencoba untuk memahami bahkan meminta pelatih untuk menilik statistik saya. Ketika saya menyadari bahwa ada yang lebih baik, entah saat latihan maupun pertandingan, untuk mereka yang bermain dan lebih muda dari saya, saya paham bahwa ini bukan masalah fisik. Saya tak mengerti, tapi saya memiliki kesan bahwa Pep iri dan menjadikan saya rival.
"Saya juga memiliki kesan bahwa Pep, dengan penuh pengakuan dan rasa hormat, seperti melakukan segalanya untuk merusak musim terakhir saya [di City].
"Pep kejam terhadap saya. Apakah Anda berpikir bahwa dia akan berlaku seperti itu pada Andres Iniesta? Saya sampai pada titik mempertanyakan diri sendiri, apakah itu karena warna [kulit] saya? Saya bukan yang pertama, pemain Barca lainnya juga sempat mempertanyakan hal yang sama.
"Mungkin kami orang Afrika tidak selalu diperlakukan sama oleh sosok-sosok tertentu. Ketika Anda lebih memperhatikannya, masalah yang sama kerap terjadi terhadap pemain asal Afrika, di mana saja Pep berada. Saya benar-benar mempertanyakan hal itu pada diri saya sendiri.
Getty Images"Pep terlampau cerdas untuk dimengerti. Dia tidak akan pernah mengakuinya [tak suka pemain Afrika]. Namun jika datang hari di mana dia menurunkan lima pemain Afrika di starting XI timnya, saya berjanji akan mengiriminya kue!
"Di luar itu, Pep suka mendominasi dan menuntut pemainnya patuh pada level bersedia mencium tangannya. Saya tak suka hubungan seperti itu. Saya selalu menghormati pelatih saya, tapi tidak dengan caranya," kecam adik dari Kolo Toure itu.
Pemain asal pantai Gading tersebut kemudian mengecam Pep telah mencuri partai perpisahannya, karena di partai itulah dia turun sebagai starter dan kapten untuk kali pertama di Liga Primer Inggris sepanjang musim 2017/18.
"Pep mencuri partai perpisahan saya dengan City, sebuah klub dengan suporter yang indah. Saya ingin pergi dari klub ini dengan emosi layaknya Iniesta [meninggalkan Barca] atau Gigi Buffon [meninggalkan Juventus]. Tapi dia mencegah saya!" tandasnya kesal.


