Pelatih Bali UnitedWidodo Cahyono Putro mengakui tim besutannya sulit keluar dari tekanan Persipura Jayapura, sehingga menelan kekalahan 1-0 di Stadion Mandala, Sabtu (10/11) sore WIB.
Persipura yang memperlihatkan permainan agresif di babak pertama membuat barisan belakang Bali United harus bekerja keras. Kelengahan saat laga berjalan setengah jam dapat dimanfaatkan Boaz Solossa untuk menjebol gawang Wawan Hendrawan.
“Pertandingan ini sangat berat, terutama di babak pertama. Kami mendapatkan tekanan demi tekanan dari Persipura. Gol Boaz juga akibat kelengahan pemain kami. Saya melakukan perubahan di babak kedua, sekaligus memberikan jam terbang kepada pemain muda,” tutur Widodo.
“Kami juga sebenarnya mendapatkan peluang, baik di babak pertama maupun kedua, sayangnya tidak menjadi gol. Tentu ada bahan evaluasi dari tim pelatih untuk pertandingan selanjutnya. Walau begitu, saya tetap apresiasi pemain yang sudah berjuang sampai akhir.”
Hal senada diungkapkan Yandi Sofyan. Penyerang berusia 26 tahun ini mengatakan, penggawa Bali United harus segera bangkit, dan mengalihkan fokus menghadapi pertandingan berikutnya melawan Persebaya Surabaya.
“Hasil ini tidak pernah kami inginkan, tapi kami jadikan ini sebagai pembelajaran. Kami harus segera bangkit, dan kekalahan ini jadi motivasi untuk lebih baik di pertandingan berikutnya,” ucap Yandi.
Goal Indonesia


