Federasi Sepakbola Teluk tengah berupaya memperluas cakupan partisipasi di turnamen Piala Teluk pada periode mendatang, dengan menghadirkan tim-tim nasional dari luar federasi Teluk, seperti Mesir, Maroko, China, dan Yordania.
Nashat Akram, mantan bintang timnas Irak, mengatakan saat tampil dalam program Al-Majlis, yang dibawakan oleh jurnalis Khalid Jassem di jaringan televisi Al-Kass Qatar, "Pada awalnya, kita harus mengetahui alasan perluasan cakupan partisipasi ini, apakah tujuannya bersifat pemasaran atau teknis?".
Ia menambahkan, "Tim-tim nasional yang diusulkan untuk berpartisipasi di Piala Teluk, seperti Mesir dan Yordania, akan datang untuk mendapatkan uang, bukan untuk mengeluarkan uang".
Ia melanjutkan, "Kita harus bersikap realistis dan logis. Tim nasional mana pun akan fokus pada uang, dan tidak melihat kepada peningkatan nilai turnamen dari sisi teknis".
Sementara itu, mantan pemain Kuwait Jamal Mubarak menjelaskan, "Saya sepenuhnya mendukung penambahan tim-tim nasional dari luar federasi Teluk, dengan syarat mereka berpartisipasi dengan tim utama inti".
Sementara analis asal Oman Ahmed Al-Rawas mengatakan, "Saya tidak setuju dengan perluasan cakupan partisipasi, karena kita sudah punya Piala Arab untuk tim nasional, dan turnamen itu meraih sukses yang luar biasa, sedangkan Piala Teluk memiliki kekhususan yang berbeda".
Saeed Al-Owairan, legenda timnas Arab Saudi, menegaskan, "Perluasan partisipasi akan melahirkan Piala Arab yang baru. Saya rasa 8 tim nasional adalah jumlah yang cukup untuk Piala Teluk".

