Wim Kieft dan René van der Gijp melontarkan kritik pedas terhadap Mikel Arteta dalam podcast mereka, sehari setelah pelatih tersebut bersama Arsenal kalah 2-1 dari Manchester City. Para analis tersebut sangat terganggu dengan gaya kepelatihan pelatih asal Spanyol itu yang menurut mereka sudah kelewatan batas.
Tim Arteta sempat menyamakan kedudukan pada Minggu setelah kesalahan Gianluigi Donnarumma, namun akhirnya harus menyerah akibat gol Erling Haaland. Akibatnya, keunggulan atas Manchester City menyusut menjadi tiga poin, sementara rival tersebut masih memiliki satu pertandingan tersisa. Tekanan pun semakin memuncak di London Utara.
Namun, dalam podcast KieftJansenEgmondGijp, pembicaraan hampir tidak menyentuh pertandingan itu sendiri. Para analis justru mengarahkan kritik mereka pada gaya kerja dan kepribadian Arteta yang mencolok. Terutama Van der Gijp yang sama sekali tidak menahan diri dalam mengkritik pelatih asal Spanyol itu.
“Dia gila, tapi tidak ada yang memberitahunya, Wim. Kapan ini akan berakhir?”, tanya Van der Gijp dengan lantang.
Kieft langsung menanggapi hal itu dan menyoroti banyak kisah aneh seputar manajer Arsenal tersebut. “Saya pernah membaca bahwa dia berdiri di depan tim dengan membawa lampu, agar semua orang bisa menyerap energinya,” kata Kieft.
Van der Gijp melangkah lebih jauh dan memberikan contoh lain. “Dia juga membeli seekor anjing labrador bernama Win. Anjing itu berkeliaran di kompleks latihan karena dia membaca bahwa tingkat stres akan turun jika kamu mengelus seekor anjing. Jadi, anjing itu dielus sepanjang hari oleh para pemain.”
Tindakan lain Arteta juga menimbulkan kerutan alis dalam podcast tersebut. Misalnya, dia dilaporkan telah mengekspos para pemain kepada pencopet bayaran selama makan malam, untuk membuat mereka ‘waspada’. “Pada titik tertentu, hal ini terus berlanjut dan menjadi semakin aneh,” tutup Kieft.
Menurut keduanya, masalahnya terutama terletak pada lingkungan kerja Arteta. “Ada begitu banyak orang yang bekerja di klub seperti itu dan tak ada yang berkata: ‘Cukup sudah’,” kata Van der Gijp. Dengan perebutan gelar yang kembali terancam lepas dari genggaman Arsenal, tekanan yang dihadapi Arteta kini sudah sangat besar.




