UEFA resmi membuka kasus pelanggaran ketertiban terhadap Manchester United menyusul keterlambatan jadwal kick-off dalam partai Liga Champions melawan Valencia di Old Trafford, Rabu (3/10) dini hari WIB.
Laga yang seharusnya dimulai pukul 20:00 waktu setempat terpaksa diubah menjadi pukul 20:05 karena bus yang membawa rombongan pemain dan staf United terjebak kemacetan. Mereka baru tiba di stadion 45 menit sebelum kick-off sehingga memaksa UEFA untuk memundurkan jadwal sepak mula selama lima menit.
Kegagalan menggelar partai tepat waktu tersebut membuat United didakwa UEFA. Sanksi dan denda bakal diputuskan oleh Badan Kontrol, Etika, dan Displin UEFA pada 18 Oktober mendatang.
Sementara itu, Kepolisian Manchester (GMP) membantah tuduhan manajer United Jose Mourinho yang menyebut bahwa keterlembatan tersebut terjadi karena ketiadaan pengawalan dari polisi.
GMP menyatakan pihaknya tidak berkewajiban untuk mengawal bus United di setiap pertandingan, kecuali memang ada risiko ancaman dan serangan terhadap pemain.
"Kami sudah mengonsultasikan hal ini dengan klub-klub terkait sehingga mereka punya waktu yang memadai untuk merencanakan perjalanan mereka ke stadion," kata Inspektur Kepala Andy Sutcliffe, yang memimpin pengamanan laga United versus Valencia.
UEFA bukan cuma akan menghukum United, namun juga Valencia. Klub Spanyol itu didakwa UEFA karena menyalakan kembang api dan melanggar aturan seragam setelah pemain mereka memakai syal penghangat leher yang menampilkan logo.
Getty




