Pelatih Bhayangkara FCSimon McMenemy mengatakan, menembus babak final harus menjadi hasil minimal bagi Indonesia di Piala AFF 2018, mengingat tekanan publik sepakbola di negara ini sangat tinggi.
Sejak Piala AFF digulirkan pada 1996, Indonesia lima kali tampil sebagai runner-up. Catatan itu membuat tekanan menjadi juara sangat tinggi. Namun, tidak mudah bagi Indonesia untuk merealisasikan itu, karena mereka terlebih dulu harus melalui grup maut.
McMenemy meyakini Indonesia bisa melangkah ke semi-final bersama Thailand atau Filipina. Hanya saja, itu bergantung kepada hasil pertandingan melawan Filipina di laga terakhir Grup B.
“Harapan sangat tinggi di Indonesia. Sebagian besar publik sepakbola di negera ini menginginkan final. Bahkan bisa dianggap sebagai sebuah kekecewaan jika hanya mampu mencapai semi-final,” ujar mantan arsitek Filipina itu diwartakan laman The New Paper.
“Saya kira hanya ada tiga tim yang bertarung di Grup B, yakni Thailand, Indonesia atau Filipina. Saya perkirakan Indonesia bisa lolos dari grup, tapi itu bergantung kepada laga melawan Filipina. Indonesia bisa mengalahkan Singapura dan Timor Leste. Jika bisa mengalahkan Filipina, mereka lolos.”
McMenemy mengatakan, tekanan tinggi juga dihadapi Filipina. Kehadiran Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih The Azkals menumbuhkan harapan mereka dapat melangkah ke final untuk kali pertama.
“Ada sedikit tekanan di Filipina dengan kedatangan Sven-Goran Eriksson, terutama jika melihat performa buruk mereka di penyelenggaraan sebelumnya. Selain itu, yang menjadi tanda tanya, berapa lama Cardiff [City] rela melepas Neil Etheridge untuk turnamen ini,” tutur McMenemy.
“Saya kira juara Piala AFF tahun ini akan berasal dari Grup B, jadi sulit bagi Singapura dan Timor Leste. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Singapura, saya akan terkejut kalau mereka bisa lolos grup, berkaca dari performa yang diperlihatkan Indonesia dan Thailand belakangan ini.”

