Berita Live Scores
Manchester City FC v Tottenham Hotspur FC

Silang Pendapat Soal VAR & Aturan Baru Handball Pascaduel Manchester City vs Tottenham Hotspur

20.00 WIB 18/08/19
Gabriel Jesus Manchester City Tottenham
Insiden menit terakhir di Etihad memicu diskusi hangat terkait dampak dua aturan baru di EPL ini.

Manchester City baru saja mengalami deja vu. Laga matchday kedua Liga Primer Inggris melawan Tottenham Hotspur di Etihad, Sabtu (17/8), seharusnya berakhir 3-2 untuk kemenangan City setelah Gabriel Jesus mencetak gol penentu di masa injury time.

Namun, seperti halnya momen dramatis dalam duel City-Spurs di leg kedua perempat-final Liga Champions musim lalu, VAR lagi-lagi merampok kemenangan The Citizens.

Gol Jesus dianggap tidak sah, sebab tangan Aymeric Laporte kedapatan menyentuh bola sebelum gol tercipta. Seperti diketahui, handball kini punya aturan sangat ketat di EPL, di mana gol akan dianulir apabila dalam prosesnya terjadi handball yang disengaja maupun tidak.

Tak pelak, dua aturan anyar EPL 2019/20 tersebut  langsung jadi sorotan.

Manajer City Pep Guardiola sebetulnya tidak terlalu kecewa dengan insiden tersebut. "Ini yang kedua kalinya terjadi pada kami. Memang menyakitkan, tapi beginilah adanya," katanya seusai laga. Walakin, Guardiola meminta wasit lebih konsisten dalam membuat keputusan.

Ia mencontohkan gol Fernando Llorente kontra City di Liga Champions musim lalu, yang sempat dianulir karena handball tapi kemudian disahkan VAR. Contoh lain, lanjut Pep, terjadi tengah pekan lalu dalam adu penalti Liverpool versus Chelsea di Piala Super UEFA. Muncul kontroversi lantaran VAR gagal mendeteksi kaki Adrian yang berada di luar garis gawang saat menepis tembakan algojo terakhir Tammy Abraham.

"Mereka [wasit] harus memperbaikinya. Sempritan wasit di dalam lapangan kini jadi tak jelas fungsinya," imbuh Guardiola.

Tottenham, sebagai pihak yang kembali diuntungkan, tentu senang-senang saja dengan aturan baru ini. Namun manajer Mauricio Pochettino menyadari bahwa VAR tidak akan selamanya memihak timnya.

"Saya jatuh cinta pada VAR," canda Pochettino seperti dikutip Sky Sports. "Tapi memang sulit untuk menerima VAR karena kita masih mencintai sepakbola seperti 30 tahun yang lalu. Kini, kita berada di era sepakbola yang berbeda."

Para pemain sendiri terlihat lebih menerimanya, suka atau tidak, seperti diungkapkan oleh Kevin De Bruyne. "Ini terasa aneh. Saya tidak setuju dengan aturan tersebut, tapi kami harus bisa beradaptasi," tutur gelandang City itu.

"Saya termasuk orang yang tradisional, saya menyukai atmosfer pertandingan yang mengalir dan penuh dengan antusiasme. Namun jika aturan ini membuat sepakbola menjadi lebih baik, maka saya akan menerimanya. Akan tetapi, saya baru sadar bahwa jika bola itu mengenai tangan pemain Tottenham, maka gol juga akan dianulir. Ini absurd. Aturan tetap aturan, tapi ini harus diperhatikan."

Bagi sebagian fans, VAR sejak awal adalah kabar buruk karena akan merusak euforia yang sudah terbangun selama pertandingan. Setiap kali gol tercipta, para suporter kini akan lebih mencemaskan apakah gol tersebut sah atau tidak.

"Saya sudah muak untuk mengatakannya berkali-kali. VAR adalah kematian bagi sepakbola," ujar seorang fans Liverpool seperti dikutip BBC.

Harus diakui, VAR dan aturan handball memang belum memuaskan semua pihak. Sembari berharap ada penyempurnaan, kita tidak perlu terkejut apabila polemik aturan baru ini kembali menghiasi laga-laga EPL ke depan.