Berita Live Scores
Piala Super UEFA

Piala Super Eropa 2019 - Haruskah Penalti Gagal Chelsea Diulang?

08.25 WIB 15/08/19
Tammy Abraham
Terlepas aksi penyelamatan penalti yang dilakukan Adrian, banyak pihak mempertanyakan keabsahannya dan meminta sepakan Tammy Abraham diulang.

Keberhasilan Liverpool menjuarai Piala Super Eropa 2019 di Istanbul pada Kamis (15/8) dini hari WIB tadi mengundang kontroversi, dengan banyak pihak menilai penyelamatan penalti Adrian tidak sah.

Seperti diketahui, Liverpool dan Chelsea bermain sama kuat 1-1 di 90 menit waktu normal, dan pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti setelah kedudukan 2-2 melewati perpanjangan waktu.

Di babak adu tos-tosan tersebut, Adrian, yang mengisi kekosongan Alisson Becker, berhasil menggagalkan sepakan Tammy Abraham yang merupakan algojo kelima Chelsea namun kemudian terjadi perdebatan karena sang kiper dianggap telah bergerak terlebih dahulu dan kakinya tidak berada di garis saat eksekutor menendang.

Menurut aturan UEFA, dijelaskan bahwa “Kiper setidaknya harus memiliki satu kaki di garis gawang ketika tendangan penalti dilakukan; tidak bisa membelakangi garis.”

Meski di pertandingan ini dilengkapi teknologi VAR, nyatanya itu justru tidak berguna dan wasit Stephanie Frappart yang memimpin laga ini tetap mengesahkan tepisan penalti Adrian.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp seusai pertandingan tidak lupa memuji rekrutan barunya itu. Ia mengatakan: “Dia [Adrian] tidak hanya hebat di lapangan, tapi dia juga merupakan sosok penting di ruang ganti.

"Dia mungkin lebih berisik ketimbang saya saat jeda! Dia pantas mendapatkan ini. Performanya selama 120 menit sungguh luar biasa dan penyelamatan penaltinya menjadi pemanis.”

Dengan ini, Liverpool sukses meraih Piala Super Eropa keempatnya dan hanya kalah dari Barcelona dan AC Milan yang masing-masing mengumpulkan lima trofi.

Seandainya penalti Abraham bisa diulang, mungkin jalan ceritanya bisa saja berbeda.