Kiper asal Maroko, Yassine Bounou, menjadi pusat perbincangan para pendukung Al Hilal Arab Saudi dalam beberapa jam terakhir. Bukan karena penampilannya di dalam lapangan, melainkan setelah munculnya laporan yang mengaitkan masa depannya dengan sebuah keputusan teknis yang bisa mengubah wajah tim menjelang bergulirnya musim baru.
Sejumlah laporan media menyebut adanya kecenderungan di internal Al Hilal untuk mencoret nama Bounou dari daftar pemain lokal, dengan mengandalkan Mohammed Al Owais pada kompetisi Liga Roshn, sementara kiper Maroko itu hanya akan tampil di Liga Champions Asia. Ini adalah skenario yang disebut tidak diterima oleh sang pemain.
Inzaghi Jadi Sasaran Kritik
Laporan tersebut menyebutkan bahwa gagasan itu muncul sebagai bagian dari visi pelatih asal Italia, Simone Inzaghi, hal yang memicu kemarahan besar di kalangan pendukung Al Hilal. Mereka menilai bahwa sang pelatih mulai memaksakan keputusannya secara penuh di dalam klub.
Baca juga:Penilaian bencana: Kebangkitan bintang Maroko dan Mesir menjegal Ronaldo di Piala Dunia!
Sebagian pendukung menganggap bahwa manajemen memenuhi semua permintaan Inzaghi tanpa diskusi, hingga sebagian menyebut hal itu sebagai "sihir" yang dilakukan sang pelatih Italia, sebagai isyarat atas cepatnya respons terhadap keinginannya sejak ia menangani tim.
Dukungan Penuh untuk Bounou
Serangan para pendukung tidak berhenti pada manajemen atau tim pelatih, tetapi juga meluas ke gagasan mencoret Bounou di level lokal. Para pendukung Al Hilal menegaskan bahwa kiper Maroko itu masih menjadi salah satu elemen terpenting tim, dan apa yang telah ia berikan sejak bergabung menjadikannya pilihan utama tanpa perlu diperdebatkan.
Banyak pula yang menilai bahwa mengurangi peran Bounou akan mengirimkan pesan negatif kepada salah satu bintang terkemuka tim, terlebih karena sang kiper, menurut kabar yang beredar, tidak menerima jika perannya hanya dibatasi pada keikutsertaan di turnamen Asia saja.
Al Owais di Tengah Kontroversi
Di sisi lain, kabar ini membuka pintu perbandingan antara Bounou dan Mohammed Al Owais, di mana sebagian pendukung meremehkan gagasan mengandalkan kiper internasional itu sebagai pilihan utama di liga, dengan menegaskan bahwa perbedaan level dan pengalaman jelas berpihak kepada Bounou.
Meskipun mengapresiasi apa yang telah ditunjukkan Al Owais bersama timnas Arab Saudi, para pendukung Al Hilal menilai bahwa persaingan di semua turnamen menuntut Bounou tetap menjadi kiper utama, terlebih di tengah ambisi tim untuk merebut kembali gelar Liga Roshn dan bersaing kuat di Liga Champions Asia.
Pada akhirnya, sikap resmi Al Hilal masih belum ada hingga kini. Namun yang pasti, sekadar beredarnya gagasan ini sudah cukup untuk menyulut kemarahan para pendukung, yang mengirimkan pesan jelas kepada manajemen: Bounou harus tetap menjadi kiper utama, dan keputusan apa pun selain itu tidak akan mereka terima.



