Brest meraih kemenangan besar atas Angers dengan skor 5-1 pada Sabtu malam, dan Ludovic Ajorque menjadi salah satu kontributor paling menonjol dalam kemenangan tersebut.
Striker murni berusia 32 tahun itu membuka keran gol dalam laga tersebut, sekaligus menjadi sumber masalah bagi lini belakang Angers berkat postur fisiknya, di samping kontribusinya dalam serangan-serangan yang dilancarkan Brest.
Penampilan tersebut meyakinkan sang pelatih, Julien Lachuer, untuk menyoroti potensi strikernya dan menyinggung kemungkinan pemain itu dipanggil ke skuat tim nasional Prancis oleh Zinedine Zidane.
Situs Foot Mercato memuat pernyataan Julien Lachuer yang disampaikan kepada jaringan Ligue +1, di mana ia berkata, "Saya mendengar bahwa pelatih tim nasional menginginkan pemain yang memiliki kehadiran kuat di dalam kotak penalti. Jika ia menyaksikan pertandingan ini di depan televisi, maka saya akan membela gagasan memanggil Ajorque ke Les Bleus. Bagaimanapun, dia memang layak mendapatkannya."
Bagi Lachuer, Ajorque seharusnya berambisi mencapai level yang lebih tinggi, seperti Esteban Lepaul, yang baru-baru ini dipanggil ke skuat tim nasional Prancis dan tampil baik di bawah kepemimpinan Zidane.
Pelatih itu menilai bahwa penampilan di Ligue 1 Prancis bisa membuka pintu tim nasional, dan ia pun mendorong para pemainnya untuk memiliki ambisi tersebut, tanpa memberikan tekanan kepada pelatih tim nasional.
Lachuer menjelaskan, "Kita harus memiliki ambisi. Kita tidak boleh merasa cukup hanya dengan menjalani pertandingan bersama Brest di Ligue 1 Prancis, tetapi kita harus berambisi untuk bermain di level tertinggi."
Sang pelatih menambahkan hal tersebut, sekaligus menegaskan besarnya komitmen Ajorque dan kerja kerasnya sehari-hari.
Striker murni itu telah mencetak 69 gol dalam 204 pertandingan yang ia jalani di Ligue 1 Prancis, sebuah catatan yang memperkuat argumen yang dijadikan landasan oleh pelatihnya untuk menuntut agar ia diberi kesempatan bersama tim nasional Prancis.

