Ibrahim Hassan, manajer tim nasional Mesir, memicu kontroversi dengan pernyataan mengejutkannya yang menyebutkan pujian Presiden AS Donald Trump terhadap penampilan tim "Al-Fara'una" di Piala Dunia 2026.
Timnas Mesir sedang menikmati momen luar biasa di Piala Dunia 2026, setelah mengumpulkan 4 poin dari dua pertandingan pertama, dengan hasil imbang melawan Belgia dan kemenangan atas Selandia Baru, sehingga semakin mendekati lolos ke babak berikutnya.
Dalam penampilannya di saluran “MBC Mesir”, Ibrahim Hassan mengatakan: “Kami mendapat kabar bahwa Presiden AS Trump memuji kami, dan semakin Anda membuktikan kualitas permainan Anda, semakin besar pula rasa hormat yang Anda terima.”
Pernyataan manajer timnas Mesir tersebut menarik perhatian banyak orang, terutama karena ia tidak mengungkapkan pihak yang menyampaikan pujian tersebut kepadanya atau kesempatan apa yang menjadi latar belakang pernyataan Trump tersebut.
Pernyataan Ibrahim Hassan tersebut bertepatan dengan viralnya sebuah video yang tampaknya dihasilkan oleh kecerdasan buatan, yang memperlihatkan Presiden AS memuji timnas Mesir dan penampilannya di Piala Dunia.
Di sinilah muncul pertanyaan: Apakah informasi yang dibicarakan Ibrahim Hassan didasarkan pada video yang sedang beredar tersebut?
Sampai saat ini tidak ada bukti yang mengonfirmasi hal tersebut, dan manajer timnas Mesir itu pun sama sekali tidak merujuk pada video tersebut. Namun, kesamaan waktu antara penyebaran klip palsu tersebut dan pernyataan Hassan telah memicu keraguan luas di kalangan pengguna media sosial.
Selain itu, tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Gedung Putih atau Presiden AS Donald Trump yang berisi pujian terbuka terhadap timnas Mesir selama partisipasinya saat ini di Piala Dunia, yang semakin memperkuat kontroversi seputar sumber informasi yang disebutkan oleh Ibrahim Hassan.
Di tengah semakin maraknya penyebaran video hasil kecerdasan buatan dalam beberapa bulan terakhir, tokoh-tokoh publik dan atlet menjadi rentan terjebak dalam berita dan video palsu, sehingga verifikasi sumber informasi menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

