Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Andik Vermansah - IndonesiaAlbert Christian

Sesal & Prihatin Andik Vermansah Pada Kegagalan Timnas Indonesia

Pemain sayap timnas Indonesia, Andik Vermansah, merasa sedih dengan kegagalan melaju ke semi-final Piala AFF 2018. Sebagai salah satu pemain senior di tim, Andik juga membeberkan perasaannya soal dukungan minim pada timnas.

Di media sosial berseliweran tagar #KosongkanGBK, dan kata-kata tak mendukung Indonesia yang berjuang di Piala AFF. Andik memahami situasi tersebut, namun ia sendiri menyayangkan dukungan kepada Indonesia harus minim di event sekelas AFF.

"Sebenarnya sangat prihatin sekali. Kalau jujur secara pribadi kami sangat membutuhkan suporter, butuh sekali, tenaga kami ada pada mereka juga. Kalau benci pada PSSI boleh lah, tapi jangan benci pada pahlawan kita ini," ucap Andik, Jumat (23/11).

"Karena teman-teman sudah berjuang. Kami tidak ada sama sekali bermalas-malasan untuk negara, semua sudah menunjukkan yang terbaik, kerja keras demi masa depan. Kami berharap suporter tetap dewasa mendukung semua pahlawan Indonesia."

Bermaterikan banyak pemain muda dan pelatih kurang pengalaman, Bima Sakti, Indonesia harus puas tersingkir dengan mengalami dua kekalahan dari tiga penampilan. Satu-satunya kemenangan adalah ketika mengalahkan Timor Leste, 3-1.

Pertandingan berikutnya

Sosok Bima sendiri di mata Andik adalah pelatih yang bagus, tapi ia menilai bahwa Merah-Putih tak berangkat ke Piala AFF dengan persiapan maksimal. Tahun ini PSSI sendiri seakan hanya mementingkan Asian Games, yang diikuti timnas U-23.

"Jujur coach [Bima] merupakan pemain yang sangat berpengalaman, dan enak juga kami beradaptasinya. Hanya mungkin momennya kurang pas. Saya jujur saja, bukan alasan atau apa, tapi persiapan kami sangat minim sekali," tutur Andik.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya, lima bulan atau enam bulan harusnya [persiapan]. Saya bukan menyalahkan siapa-siapa, tapi harusnya SEA Games sendiri, Asian Games sendiri, senior sendiri. Bukan saya bermaksud tidak percaya pada pemain U-23, tapi mungkin harus dipersiapkan masing-masing supaya lebih siap."

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google