Beberapa jam sebelum laga yang dinanti antara timnas Arab Saudi dan Irak pada penutup babak penyisihan grup ajang Piala Teluk Arab "Khaleeji 27", polemik antara kedua pihak kembali mencuat, setelah pernyataan baru dari salah satu mantan bintang sepak bola Irak memicu gelombang kritik dari Arab Saudi, yang mengingatkan kembali pada insiden lama yang memanaskan suasana antara kedua tim pada edisi turnamen sebelumnya.
Akar krisis ini berawal dari Younis Mahmoud, mantan bintang timnas Irak, yang memicu polemik selama edisi Piala Teluk sebelumnya, setelah ia mengejek peluang timnas Arab Saudi meraih gelar, dan hanya tertawa dalam sebuah tanggapan yang memicu kemarahan suporter Arab Saudi, yang menganggap tindakannya sebagai pelecehan terhadap peluang "Al-Akhdar" dalam persaingan memperebutkan gelar.
Dampak insiden ini tidak berhenti pada batas kritik suporter, karena menyebabkan situasi penuh ketegangan sebelum pertandingan yang mempertemukan kedua tim di babak penyisihan grup, yang berakhir dengan kemenangan Arab Saudi atas Irak dengan skor 3-1, dalam sebuah laga yang menambah panasnya persaingan antara kedua pihak dan kembali memunculkan polemik seputar pernyataan Younis Mahmoud.
Baca juga: Pukulan besar: Cedera Nawaf Al-Aqidi mengguncang Al-Nassr dan timnas Arab Saudi
Menjelang laga esok hari, situasi ini kembali terulang dengan bentuk yang berbeda, setelah Nashat Akram, mantan bintang timnas Irak, mengeluarkan pernyataan yang mengkritik edisi turnamen kali ini, dengan menganggapnya sebagai yang terburuk yang ia saksikan dalam beberapa tahun terakhir, akibat apa yang ia sebut sebagai buruknya siaran televisi, hal yang membuka pintu bagi gelombang baru kritik dari Arab Saudi terhadapnya.
Pernyataan Akram memicu kemarahan sejumlah suporter Arab Saudi, yang menyerang mantan pemain itu melalui platform media sosial, terutama dengan semakin dekatnya laga kedua tim pada pekan ketiga dan terakhir babak penyisihan grup, sehingga kritik terkait siaran televisi berubah menjadi pusat polemik baru antara suporter kedua pihak.
Di antara krisis Younis Mahmoud pada edisi sebelumnya dan pernyataan Nashat Akram menjelang laga esok, suasana ketegangan suporter kembali menghangat sebelum pertemuan Arab Saudi dan Irak, dalam sebuah pertandingan yang pentingnya melampaui perhitungan lolos ke babak semifinal, setelah laga ini diselimuti polemik yang kian meningkat, yang kembali memunculkan sensitivitas persaingan antara kedua tim di Piala Teluk.



